Ahli ke Kementan: Kalung Eucalyptus Tak Mampu Cegah Covid-19

CNN Indonesia | Jumat, 07/05/2021 09:23 WIB
Ahli menyatakan produk olahan kayu putih seperti kalung eucalyptus buatan Kementan hanya untuk mengatasi gangguan gejala nafas ringan. Ilustrasi kalung dan roll eucalyptus diklaim cegah Covid-19. (ANTARA/Badan Litbang Pertanian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyatakan produk olahan kayu putih seperti kalung eucalyptus buatan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia hanya dapat untuk mengatasi gangguan gejala nafas ringan, tidak untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

"Tidak boleh atau tidak disarankan dalam tujuan terapi. Tapi jika ada potensi untuk mengurangi gejala gangguan nafas ringan, tidak jadi masalah digunakan," ujar Dicky kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Kamis (6/5).

"Tapi dengan catatan, gangguan nafas ringan di bagian atas," tambah dia.


Lebih lanjut ia menjelaskan jika eucalyptus dikatakan sebagai pencegahan dan penanggulangan virus SARS-CoV-2 merupakan hal yang salah, karena sampai sejauh ini berdasarkan penelitian tidak disarankan untuk digunakan sebagai tujuan terapi.

Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati menggunakan cairan eucalyptus untuk dikonsumsi, seperti misalnya penggunaan dengan cara diminum langsung atau dicampurkan dengan air.

Karena berdasarkan riset pasien dengan komorbid, punya banyak obat yang jika dikonsumsi bersamaan tentu akan ada interaksi yang harus diperhatikan.

Ia menilai sejauh ini penggunaan eucalyptus bisa untuk vaporitation, seperti digunakan pada air panas di baskom dikasih cairan ini untuk membantu untuk melonggarkan nafas.

"Itu kan sering dilakukan secara tradisional dan dalam jurnal dianjurkan tapi untuk gangguan pernapasan yang sangat ringan seperti flu. Itu pun digunakan tidak boleh lebih dari 15 menit," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian(Kementan) Fadjry Djufry mengatakan pihaknya masih terus menyempurnakan penelitian terkait eucalyptus atau kayu putih sebagai obat pencegahan dan penanggulangan wabah virus corona (Covid-19).

Fadjry mengatakan tahun ini, Balitbang Kementan juga akan berkoordinasi langsung terkait penelitian atau riset kayu putih sebagai penangkal Covid-19 dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

"Penelitian ini belum selesai dan akan terus lanjutkan. Tahun ini rencana akan koordinasi dengan UI dan tidak lupa UNHAS," kata Fadjry secara virtual, pada Rabu (5/5).

Eucalyptus sempat heboh setelah klaim Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa minyak kayu putih ampuh dalam membasmi virus Corona. Produk karya Balitbang yang terdiri dari roll, inhaler, dan kalung kayu putih anti-Covid-19 itu lantas ramai dibicarakan sejak Mei 2020.

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK