Pedagang Mobil Bekas Bicara Imbas PPnBM dan Larangan Mudik

CNN Indonesia | Jumat, 07/05/2021 10:05 WIB
Mulai Maret, bisnis mobil bekas bukan hanya menghadapi rintangan pandemi, tetapi juga relaksasi PPnBM yang bikin mobil baru makin murah dan larangan mudik. Ilustrasi mobil bekas. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Divisi bisnis mobil bekas Astra Internasional, Mobil88, menilai, larangan mudik lebaran 2021 dari pemerintah sebagai upaya pencegahan penularan virus corona (Covid-19) tak akan berdampak negatif terhadap penjualan mobil bekas.

Chief Operating Officer (COO) Mobil88 Sutadi bilang pihaknya sejauh ini belum melihat larangan mudik akan menekan penjualan.

Sutadi melihat hal tersebut karena berkaca dari penjualan mobil baru yang dikatakan semakin moncer imbas penerapan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).


Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menjelaskan pada Maret penjualan retail mobil baru melambung 65,1 persen dibanding Februari menjadi 77.511 unit (retail).

Pasar mobil bekas dikatakan erat kaitannya dengan penjualan mobil baru. Sejak mobil memiliki BPKB dan STNK lalu digunakan konsumen di jalan raya, maka status mobil baru sudah berubah menjadi mobil bekas.

"Tapi dengan relaksasi PPnBM, membuat yang tidak beli, jadi beli," kata Sutadi dalam konferensi pers virtual, Kamis (6/6).

Menurutnya sejauh ini belum ada kasus seseorang membatalkan pembelian mobil baru akibat dilarang mudik.

"Kami ambil contoh yang enggak mau belanja barang, tapi karena ada diskon, tingkat konsumtif naik. Nah sampai hari ini belum ada pembatalan SPK [Surat Pemesanan Kendaraan] karena tidak jadi pulang kampung. Di mobil baru begitu. Pembatalan ada cuma ya karena inden barang kelamaan," kata dia.

Sutadi mengatakan latar belakang pembelian mobil baru ataupun mobil bekas bukan hanya karena situasi lebaran. Dia cukup optimistis penjualan mobil bekas akan terus membaik tahun ini meski pandemi corona (Covid-19) belum berakhir.

Sebelum pandemi melanda Indonesia, momen menjelang lebaran biasanya menjadi agenda panen dealer sebab permintaan pembelian mobil meningkat. Dua dorongan kuat pembelian bisa berasal dari kebutuhan mobil untuk mudik dan Tunjangan Hari Raya (THR).

"Selama indikator ekonomi terjadi, tentu kami masih optimistis," kata Sutadi.

Sebelumnya pada April, platform digital jual beli mobil bekas OLX menjelaskan dari hasil studi yang dihasilkan, terjadi penurunan 9 persen niat membeli mobil bekas pada Januari-Maret (Kuartal I 2021) dibanding Oktober-November (Kuartal IV 2020).

Penurunan itu dikatakan karena relaksasi PPnBM mulai diterapkan pada 1 Maret.

Kendati turun, CEO OLX Group Indonesia Johnny Widodo mengatakan pebisnis mobil bekas masih optimistis penjualan unit pada tahun ini akan berkembang. Faktor penyebab hal ini dikatakan 31 persen masyarakat mencari mode transportasi yang aman karena sudah banyak yang beraktivitas normal dan 28 persen dikatakan mencari mobil yang usianya masih terbilang muda.

"Terlepas adanya beberapa faktor eksternal, kami optimis bahwa industri mobil bekas masih sangat menyimpan potensi yang besar untuk dieksplorasi lebih lanjut," kata Johnny.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK