LAPAN Tanggapi Keputusan Jadi 'Space Agency' di Bawah BRIN

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 19:34 WIB
LAPAN menjelaskan tidak ada perubahan signifikan usai lembaga ini dijadikan Organisasi Pelaksana Litbangjirap (OPL) yang terintegrasi dengan BRIN. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). (CNN Indonesia/Ranny Virginia Utami)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin menyatakan tidak ada perubahan signifikan di internal usai lembaga ini dijadikan organisasi 'space agency' di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dia mengatakan perubahan hanya terjadi pada struktur.

"Perubahan utama hanya pada perubahan status Kepala, Sestama, dan Deputi. Jadi terjadi perampingan struktur di tingkat kebijakan. Sedangkan di tingkat pusat-pusat teknis tidak terjadi perubahan," ujar Thomas kepada CNNIndonesia.com, Senin (17/5).

Thomas menjelaskan LAPAN mempunyai dua fungsi, yakni sebagai lembaga litbang dan lembaga penyelenggara keantariksaan. UU 11/2021 tentang Sisnas Iptek, kata dia, mengamanatkan LAPAN sebagai lembaga litbang untuk diintegrasikan ke BRIN.


Sedangkan UU 21/2013 tentang Keantariksaan mengamanatkan lembaga penyelenggara keantariksaan dibentuk dan bertanggung jawab kepada Presiden. Karena kewenangan LPNK (Lembaga Pemerintah Nonkementerian) sudah dialihkan maka BRIN bertindak sebagai penyelenggara keantariksaan.

"Namun karena kompetensi ada di LAPAN, BRIN mendelegasikan kewenangan tersebut kepada LAPAN," ujarnya.

Di sisi lain, Thomas berharap kegiatan riset dan operasional keantariksaan menjadi lebih kuat dengan adanya pihak yang mengintegrasikan sumber daya riset dan inovasi, yakni BRIN. Dari segi program, prioritas riset nasional diharapkan mendapat anggaran yang mencukupi sesuai target waktu.

"Misalnya untuk pengembangan satelit konstelasi komunikasi orbit rendah bisa terwujud 9 satelit sesuai target awal sampai 2024. Dengan anggaran LAPAN saat ini yang sangat terbatas, target tersebut mungkin mundur melewati 2024," ujar Thomas.

Koordinator Humas LAPAN Jasyanto menuturkan tugas dan fungsi LAPAN tidak akan berubah secara signifikan. Dia menyebut kerja LAPAN justru akan terkoordinasi dengan keberadaan BRIN.

"Jadi nanti lebih fokus. Diharapkan kegiatan-kegiatan tidak ada overlap, saling mendukung," ujar Jasyanto.

Terkait dengan LAPAN menjadi seperti NASA atau ESA, dia menyebut mungkin bisa terwujud setelah di bawah kendali BRIN. Namun, dia menyebut kebijakan baru masih fokus untuk penataan organisasi.

Jasyanto menyebut peneliti juga mungkin akan lebih leluasa melakukan penelitian. Dia juga berharap keberadaan LAPAN di bawah BRIN bisa meningkatkan dukungan anggaran penelitian dan berbagai program yang telah direncanakan sebelumnya.

Sebelumnya diberitakan LAPAN akan dijadikan Organisasi Pelaksana Litbangjirap (OPL) atau penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan, yang mengurusi keantariksaan dalam integrasi ke BRIN.

"Nanti bentuknya adalah pendelegasian kewenangan untuk merepresentasikan Indonesia terkait dengan komunitas keantariksaan global yang disebut sebagai Indonesia 'space agency' ke unit terkait di dalam BRIN," kata Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko lewat keterangan pers, Senin (17/5).

(jps/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK