Iron Dome, 'Kubah Besi' Israel Penangkis Roket Palestina

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 08:02 WIB
Iron Dome merupakan sistem pertahanan udara Israel yang berbasis di darat melindungi wilayah Israel dari serangan rudal. Ilustrasi Iron Dome milik Israel. (Foto: Jack GUEZ / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Israel berhasil menghalau serangan terhadap lebih dari 1.000 roket dari Gaza, Palestina dengan menggunakan sebuah perangkat perang canggih yang disebut sebagai Iron Dome.

Serangan roket dari Gaza ini diketahui sudah berlangsung sejak Senin (10/5), namun sebagian besar tidak mencapai target sebab dihalau Iron Dome.

Iron Dome merupakan sistem pertahanan udara Israel yang berbasis di darat. Fungsinya mengintervensi roket dan artileri jarak dekat.


3 elemen utama

Menurut Missile Threat, sistem Iron Dome punya tiga elemen utama yakni ELM 2084 Multmission Radar (MMR), battle management and weapon control system (BMC), dan unit penembakan yang dilengkapi senjata roket pencegat Tamir.

Iron Dome inu memiliki roda dan dapat berpindah tempat lantaran mampu mendeteksi serangan roket dari jarak 4 hingga 70 kilometer, kemudian meluncurkan roket pencegat Tamir yang akan menghancurkan roket penyerang di udara.

Roket pencegat Tamir sepanjang 3 meter, diameter 0,16 meter, dengan berat 90 kilogram. Tamir yang satu unit seharga US$100 ribu (Rp1,4 miliar) dapat menempuh jarak hingga 40 kilometer.

Aksi Iron Dome menghalau roket dari Gaza dengan meledakkannya di udara sempat ditunjukkan akun Israel Defence Forces di media sosial. Terlihat roket saling bertabrakan dan membuat langit gelap berwarna kemerahan.

Harga satu unit Iron Dome diperkirakan mencapai US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun. Satu unit Irone Dome disebut dapat menjaga area seluas 150 kilometer persegi.

Beroperasi sejak 2011

Iron Dome menyelesaikan pengetesan final pada Juli 2010 dan dinyatakan dapat beroperasi pada 2011. Saat ini Iron Dome berperan penting dalam pertahanan berlapis Israel untuk melindungi dari serangan misil jarak dekat, mortar, dan roket.

Iron Dome dapat membedakan antara roket yang mengancam wilayah populasi dan akan jatuh tanpa berpotensi terlalu membahayakan.

Iron Dome telah menghalau lebih dari 1.500 target antara 2011 hingga April 2016.

Keberhasilan di Atas 80 Persen

Selama konflik dengan Hamas, pejabat Israel mengklaim Iron Dome mencegah 85 persen dari 400 roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza yang diprediksi ditargetkan ke populasi sipil.

Eurasian Times menyebutkan Iron Dome dikembangkan Israel, namun laporan juga bilang Amerika Serikat ikut mendanai pengembangan setelah beroperasi pada 2011.

Melalui pendanaan itu akhirnya AS memiliki hak produksi terhadap Iron Dome. Israel juga membuka kemitraan dengan perusahaan persenjataan AS bernama Raytheon untuk memproduksi beberapa komponen Iron Dome.

Dikabarkan sekitar 55 persen komponen sistem Iron Dome diproduksi di AS. Saat ini, Israel memiliki 10 unit Iron Dome, setiap unit terdiri dari tiga hingga empat peluncur stasioner, 20 roket Tamir, dan radar medan perang. Beberapa negara di Timur tengah atau Arab sempat tertarik membeli Iron Dome.

(ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK