Spesifikasi Iron Dome, Antirudal Israel Dilirik Negara Arab

CNN Indonesia | Senin, 01/02/2021 08:39 WIB
Iron Dome sangat diandalkan oleh Israel untuk menghalau rudal dari Palestina, kini dilirik negara-negara timur tengah. Ilustrasi antirudal. (Jack GUEZ / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa negara Timur Tengah atau Arab berencana untuk membeli sistem anti rudal milik Israel bernama Iron Dome. Rencana itu muncul setelah hubungan Timur Tengah dengan Israel mulai membaik.

Iron Dome bukan sistem persenjataan biasa. Iron Dome sangat diandalkan oleh Israel untuk menghalau rudal dari Palestina.

Melansir Eurasian Times, Iron Dome adalah salah satu sistem pertahanan udara tersukses di dunia dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90 persen. The Jerusalem Post melaporkan bahwa sistem tersebut menembak jatuh 90 persen roket yang diluncurkan dari Gaza yang akan mendarat di daerah berpenduduk Israel.


Pada tanggal 7 April 2011, sistem berhasil mencegat BM-21 Grad yang diluncurkan dari Gaza untuk pertama kalinya. Pada November 2012, pernyataan resmi menunjukkan bahwa mereka telah mencegat lebih dari 400 roket. Pada akhir Oktober 2014, sistem Iron Dome telah mencegat lebih dari 1.200 roket yang ditembakkan ke Israel.

Spesifikasi Iron Dome Israel

Melansir missilethreat, Iron Dome adalah sistem pertahanan bergerak berbasis darat buatan Israel yang dirancang untuk mencegat roket dan artileri jarak pendek. Sensor Iron Dome diklaim dapat membedakan antara roket yang mengancam wilayah populasi dan roket yang akan jatuh tanpa bahaya.

Setiap Iron Dome dapat mempertahankan area seluas 150 kilometer persegi. Sistem mendeteksi roket dari jarak 4 hingga 70 km.

Untuk mencegat target, Iron Dome dilengkapi dengan Tamir, anti-rudal kinetik jarak pendek dengan panjang 3 meter. Rudal tamir memiliki diameter 0,16 m dengan berat 90 kilogram dan memiliki jangkauan hingga 40 km.

Iron Dome menyelesaikan rangkaian pengujian terakhirnya pada Juli 2010 dan diterjunkan serta dinyatakan beroperasi pada 2011. Satu unit Iron Dome diperkirakan mencapai US$100 juta atau Rp1,4 triliun.

Iron Dome diketahui dikembangkan oleh Israel. Namun, laporan menyebut Amerika Serikat memberi pendanaan pengembangan pasca Iron Dome beroperasi pada tahun 2011.

Lewat pendanaan itu, AS akhirnya memiliki hak produksi terhadap Iron Dome. Israel juga akhirnya bermitra dengan perusahaan persenjataan AS bernama Raytheon untuk memproduksi beberapa komponen sistem Iron Dome di AS. Saat ini, sekitar 55 persen komponen sistem Iron Dome diproduksi di AS.

Melansir Raytheon, Iron Dome mampu mendeteksi, menilai, dan mencegat berbagai target jarak pendek seperti roket, artileri, dan mortir. Iron Dome juga mampu beroperasi secara efektif pada siang atau malam, serta dalam semua kondisi cuaca ekstrem.

Saat ini, Israel memiliki 10 unit Iron Dome. Setiap Iron Dome terdiri dari tiga hingga empat peluncur stasioner, 20 rudal Tamir, dan radar medan perang.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK