Pemerintah: GoTo Bisa Bawa Indonesia ke Ekonomi Digital Dunia

Gojek, CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 16:30 WIB
Menyatukan kekuatan dua perusahaan teknologi terdepan, Grup GoTo diharapkan dapat memenangkan Indonesia dalam persaingan global. Menyatukan kekuatan dua perusahaan teknologi terdepan, Grup GoTo diharapkan dapat memenangkan Indonesia dalam persaingan global. (Foto: Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gojek sebagai platform layanan on-demand, pembayaran, serta finansial dan Tokopedia, perusahaan teknologi dengan marketplace yang paling banyak dikunjungi di Indonesia resmi mengumumkan pembentukan Grup GoTo pada Senin (17/5). Menyatukan kekuatan dua perusahaan teknologi terdepan, Grup GoTo menjadi ekosistem andalan masyarakat yang menyediakan beragam solusi untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Kehadiran Grup GoTo disambut baik oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Kolaborasi ini dinilai berpotensi besar untuk mendorong perekonomian digital lewat berbagai inovasi.

"Gojek dan Tokopedia selalu menjadi top-of-mind dari masyarakat Indonesia. Semoga, pencapaian yang penting ini (pembentukan GoTo) dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital serta melahirkan inovasi yang berdampak positif bagi perkembangan transportasi dan logistik dalam negeri," tutur Budi.


Keyakinan serupa turut diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Ia berharap Grup GoTo dapat membantu pemerintah untuk memenangkan Indonesia di kancah internasional.

"Kita berharap kehadiran GoTo ini akan menjadi bagian utama dari upaya pemerintah untuk memicu peningkatan produktivitas masyarakat, dan memenangkan Indonesia dalam persaingan global. Pelaku usaha Indonesia harus lebih kompetitif, mampu memenangkan persaingan di negeri sendiri, dan mampu menjangkau pasar global," ujar Pratikno.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap agar Grup GoTo dapat berkontribusi dalam pemulihan sektor pariwisata, serta turut membangkitkan ekonomi kreatif dalam negeri.

"Sebagai ekosistem teknologi, saya berharap kehadiran GoTo dapat mendorong akselerasi, inovasi, adaptasi dan kolaborasi untuk memulihkan sektor pariwisata dan khususnya ekonomi kreatif di Indonesia. Semoga GoTo dapat terus membangkitkan semangat masyarakat Indonesia untuk semakin cinta berwisata di Indonesia aja dan bangga menggunakan produk-produk Indonesia," katanya.

Satu Ekosistem

Pada Grup GoTo, Andre Soelistyo dari Gojek akan memimpin sebagai CEO Group, dengan Patrick Cao dari Tokopedia sebagai Presiden GoTo. Kevin Aluwi tetap menjabat sebagai CEO Gojek dan William Tanuwijaya juga tetap menjadi CEO Tokopedia.

Tak hanya tanggung jawab di tingkat grup, Andre juga akan terus memimpin bisnis pembayaran dan layanan keuangan yang dinamakan GoTo Financial. GoTo Financial mencakup layanan GoPay, layanan keuangan, dan solusi bisnis mitra usaha.

Grup GoTo disebut akan menggarap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang memiliki segmen kelas menengah serta populasi muda yang tanggap teknologi. Layanan yang diberikan mencakup pengiriman cepat dengan jangkauan luas untuk berbagai layanan digital, sehingga pengiriman di hari yang sama untuk layanan e-commerce akan menjadi standar praktik sehari-hari.

Selain itu, GoTo akan meningkatkan layanan pembayaran dan keuangan demi menjangkau sekitar 140 juta masyarakat yang terbatas aksesnya pada sistem keuangan. Andre mengatakan, Grup GoTo akan mendorong inklusi keuangan baik di Indonesia maupun Asia Tenggara. Antara lain, dengan mengembangkan bisnis di pasar non-Indonesia seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand di mana Gojek bertumbuh pesat.

"Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dengan dibentuknya Grup GoTo serta menandai fase pertumbuhan selanjutnya bagi Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial. Mitra driver Gojek akan memiliki peluang pendapatan yang lebih besar antara lain dengan mengirimkan lebih banyak pesanan dari pengguna Tokopedia, sementara penjual dan mitra merchant dari berbagai skala bisnis akan mendapatkan berbagai manfaat dan kesempatan untuk meningkatkan usahanya," ungkap Andre.

Saat ini, Grup GoTo siap melaju dengan kepemilikan Total Gross Transaction Value (GTV) secara grup lebih dari US$22 miliar (2020). Di tahun yang sama, terjadi lebih dari 1,8 miliar transaksi, dengan lebih dari dua juta mitra driver dan lebih dari 11 juta mitra usaha (merchant) terdaftar per Desember 2020. Tercatat ada lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active User atau MAU), memberi kontribusi sebesar 2 persen kepada total PDB Indonesia.

Indonesia memiliki PDB lebih dari US$1 triliun, serta merupakan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dengan total penduduk 270 juta. Patrick Cao menambahkan, model bisnis Grup GoTo akan semakin beragam, stabil, dan berkelanjutan. 

"GoTo mengombinasikan transaksi platform Gojek yang memiliki volume dan frekuensi yang tinggi, dengan platform e-commerce Tokopedia yang memiliki frekuensi medium, namun dengan nilai transaksi tinggi," paparnya.

Patrick menambahkan bahwa ke depannya, Grup GoTo akan berkontribusi lebih dari 2 persen kepada total PDB Indonesia, dengan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta peluang penghasilan seiring dengan perkembangan bisnis dan pertumbuhan ekonomi.

"Kami sangat bersemangat untuk memulai babak berikutnya dari sejarah bisnis kami dan akan terus berinovasi untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif di setiap sektor yang tersentuh teknologi kami," kata Patrick.

Gojek dan Tokopedia didirikan masing-masing lebih dari satu dekade lalu. Mereka mulai menjalin kerja sama pada 2015, berupa percepatan layanan pengiriman e-commerce menggunakan jaringan mitra driver Gojek.

Pembentukan Grup GoTo ini sekaligus merupakan kolaborasi usaha terbesar di Indonesia yang mengkombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi, sampai keuangan. Jaringan mitra usaha serta mitra driver pada Grup GoTo akan saling melengkapi melalui beragam pilihan barang dan jasa, dilengkapi layanan pembayaran digital dan keuangan yang akan memudahkan hidup, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK