BMKG Tanggapi SMS Tsunami: Tak Ada Alat Akurat Prediksi Gempa

can, CNN Indonesia | Kamis, 27/05/2021 14:59 WIB
BMKG mengaku bahwa belum ada teknologi yang mampu prediksi gempa ataupun tsunami secara akurat. Ilustrasi tsunami. (Istockphoto/johnnorth)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan heboh informasi tsunami yang tersebar melalui pesan singkat kepada sejumlah masyarakat bukan merupakan prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menegaskan bahwa faktanya, saat ini belum ada satu pun teknologi yang mampu prediksi gempa secara akurat.

"Hingga saat ini belum ada satu satu pun teknologi yang mampu memprediksi gempa dengan tepat, dan akurat kapan, di mana, dan berapa besar kekuatan gempa akan terjadi," ujar Daryono lewat akun Twitter pribadinya, Kamis (27/5).


Sebelumnya beberapa masyarakat dilaporkan mendapat kiriman pesan singkat dari KominfoBMKG, perihal adanya peringatan dini tsunami, Kamis (27/5).

Dalam pesan singkat itu, peringatan dini tsunami merupakan akibat adanya gempa berkekuatan magnitudo 8,5. Namun tanggal yang tertera di pesan itu terjadi pada 4 Juni 2021.

Salah satu masyarakat membagikan tangkapan gambar yang isinya pesan singkat dari peringatan dini, dan membeberkan kekhawatirannya lewat akun Twitter.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati membantah pihaknya telah mengeluarkan pesan singkat peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 8,5. Dia menduga pesan itu dibuat oleh pihak lain.

"Sedang dicek di Kominfo karena tidak ada input informasi masuk ke Kominfo, tapi kok sistem di sana menyebarluaskan info yang bukan dari BMKG," ujar Dwikora dalam pesan singkat, Kamis (27/5).

Dwikora menjelaskan alasan bukan BMKG yang mengeluarkan peringatan itu berdasarkan kalimat dalam pesan singkat tersebut. Dia mengklaim kalimat dalam pesan itu bukan kalimat yang biasa digunakan oleh BMKG dalam mengeluarkan peringatan dini.

Meski demikian, Dwikora tidak merinci siapa pihak yang berada di balik insiden itu. Dia hanya mengatakan BMKG masih menelusuri penyebab terjadinya hal itu.

(DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK