Kominfo Klaim Bakal Ngebut Bangun 7.904 BTS 4G Hingga 2022

CNN Indonesia | Jumat, 28/05/2021 13:40 WIB
Kominfo mengklaim bakal membangun 7.904 Base Transceiver Station (BTS) 4G sepanjang tahun 2021-2022. Ilustrasi menara BTS 4G. (Aditya Panji)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo menyatakan bakal membangun 7.905 Base Transceiver Station (BTS4G sepanjang tahun 2021-2022. Direktur Utama BAKTI Anang Latif mengatakan pembangunan BTS 4G akan menggunakan APBN.

"BAKTI Kominfo akan menghadirkan BTS 4G di total 7.904 lokasi di wilayah 3T," ujar Anang dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (28/5).

Anang menjelaskan pembangunan BTS 4G di seluruh wilayah itu akan dilakukan dalam dua tahap. Sebanyak 4.200 BTS 4G akan dibangun pada tahun 2021. Sedangkan sisanya sebanyak 3.704 pada tahun 2022.


Lebih lanjut, Anang mengklaim pembangunan BTS sudah berjalan. Pada Februari 2021, dia menyebut pihaknya sudah menandatangani lima paket proyek kontrak payung dengan para penyedia infrastruktur terpilih.

"Kegiatan ini turut disaksikan langsung oleh Bapak Presiden Joko Widodo dari Istana Negara," ujarnya.

Kemudian, Anang menyampaikan BAKTI sudah menggelar kick off meeting implementasi infrastruktur dan mobel bisnis BTS 4G di Denpasar, Bali, pada Maret 2020.

Pada April 2021, Menkominfo Johnny G. Plate juga melakukan peletakan batu pertama di Desa Kelangan, Kabupaten Natuna, sebagai penanda pembangunan BTS 4G di wilayah 3T.

Selanjutnya, Anang menuturkan BAKTI sedang melaksanakan proses penetapan kerjasama operasi (KSO) dengan perusahaan operator seluler yang memiliki lisensi di Indonesia untuk memastikan ketersediaan suplai sinyal 4G di 7.905 wilayah.

"Seleksi penyediaan layanan untuk BTS 4G di wilayah 3T ini tidak kalah pentingnya dari pembangunan infrastruktur itu sendiri. Kualitas layanan seluler yang menjangkau pelosok nusantara menjadi ujung tombak hajat besar transformasi digital nasional," ujarnya.

Dalam skema KSO, Anang membeberkan BAKTI bertanggungjawab melakukan pembangunan serta pemeliharaan BTS 4G. Sedangkan opsel menyediakan layanan 4G kepada pelanggan.

Adapun dasar hukum KSO adalah Permenkeu Nomor 129 tahun 2020.

Lebih dari itu, Anang berkata pembangunan BTS 4G di 7.904 wilayah merupakan upaya pemerintah menutup kesenjangan digital, terutama di bagian timur. Pasalnya, sebanyak 5.204 BTS 4G yang akan dibangun berada di Papua dan Papua Barat.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK