Delapan Provinsi Berpotensi Banjir Akibat Siklon Tropis

CNN Indonesia | Selasa, 01/06/2021 08:54 WIB
BMKG memprediksi potensi hujan sedang-lebat beberapa waktu mendatang yang dapat menimbulkan banjir di sebagian daerah. Ilustrasi hujan. (iStockphoto/Polina Panna)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan sedang-lebat beberapa waktu mendatang yang dapat menimbulkan banjir di sebagian daerah.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto memprediksi potensi hujan sedang-lebat mulai mengguyur sejumlah daerah sejak 31 Mei-7 Juni 2021. Sebanyak delapan daerah yang berpotensi mengalami banjir akibat hujan lebat diminta mulai bersiaga.

"Untuk 2 hari ke depan berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak banjir/bandang dengan kategori waspada perlu diwaspadai di wilayah Aceh; Sumatera Selatan; Jawa Barat; Kalimantan Tengah, Barat, dan Utara; Sulawesi Tengah, dan Papua," kata Guswanto dalam keterangan tertulis, Senin (31/5).


BMKG memprediksi potensi hujan sedang-lebat pada 31 Mei-1 Juni terjadi di beberapa wilayah. Di antaranya DKI Jakarta; Jawa Barat; Jawa tengah; Jawa Timur; Aceh; Sumatera Barat dan Selatan; Jambi; Bengkulu; Kepulauan Bangka Belitung; Sulawesi Tengah, Barat, dan Selatan; Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Kemudian pada 2-4 Juni potensi hujan sedang-lebat diprediksi terjadi di Banten, Kalimantan Barat, Tengah, Utara, dan Timur, Sulawesi Utara, Aceh, Sumatera Utara dan Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Sulawesi Tengah, Barat, dan Selatan, Maluku Utara dan Maluku, serta Papua Barat dan Papua.

Sementara pada 5-7 Mei sejumlah daerah diprediksi mengalami hujan sedang-lebat di Aceh, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat dan Utara, Sulawesi Utara, Tengah, Barat, Selatan, dan Tenggara, Maluku Utara dan Maluku, serta Papua Barat dan Papua.

Guswanto juga menjelaskan, hujan dengan intensitas sedang-lebat terjadi karena dipicu oleh pertumbuhan bibit siklon tropis.

Bibit tersebut ditemukan di sekitar Samudera Pasifik barat daya sebelah timur-tenggara Filipina. Kecepatan angin di daerah tersebut mencapai 30 knot dan tekanan udara minimum 1004 hPa.

"Hal ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung," ucapnya.

Berdasarkan analisis BMKG terhadap dinamika atmosfer laut, terdapat aktivitas Gelombang Kelvin yang cukup aktif di sekitar kawasan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bagian utara Papua.

"Sedangkan Gelombang Rossby Ekuatorial cukup aktif di sekitar wilayah Jawa dan Samudera Pasifik sebelah timur Filipina," jelas Guswanto.

(mel/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK