Cara Luruskan Kiblat saat Matahari di Atas Ka'bah 15 Juli
CNN Indonesia
Kamis, 15 Jul 2021 07:14 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/aww)
Jakarta, CNN Indonesia --
Matahari dilaporkan berada pada posisi tepat di atas Ka'bah, pada Kamis (15/7) siang waktu setempat. Hal itu menjadi momentum untuk luruskan arah kiblat bagi masyarakat Indonesia.
Menurut Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Agus Salim, peristiwa semacam ini dikenal dengan nama Istiwa A'zham atau Rashdul Qiblah. Yaitu, waktu matahari di atas Ka'bah di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.
"Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka'bah," terang Agus Salim lewat keterangan resmi di Jakarta, Rabu (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan fenomena ini memiliki banyak sebutan yakni Qibla Day atau hari kiblat, Istiwa'ul A'zham atau kulminasi agung Mekah dan hari meluruskan kiblat global.
Lebih lanjut LAPAN menyebut fenomena itu terjadi pada pukul 9.26.42 waktu setempat atau bertepatan saat tengah hari di kota Mekah, Arab Saudi.
"Fenomena ini terjadi pukul 9.26.42 waktu Saudi, atau 16.26.42 WIB/ 17.26.42 WITA/ 18.26.42 WIT, yakni saat tengah hari di Kota Mekah," ujar LAPAN lewat situs resmi.
Dengan adanya fenomena ini bisa dimanfaatkan untuk meluruskan arah kiblat, dengan menggunakan kulminasi agung.
Hal ini terbilang mudah lantaran tidak membutuhkan banyak peralatan untuk mengkalibrasi arah kiblat.
Bahkan cara ini terbilang lebih akurat ketimbang menggunakan kompas, karena kompas dipengaruhi medan magnet alami maupun buatan. Hal itu dapat mempengaruhi keakuratan pengukuran.
4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah, dan pastikan tongkat benar-benar tegak lurus 90 derajat dari tanah.
5. Tunggu hingga waktu kulminasi agung tiba, yakni lima menit setelah waktu16.26.42 WIB/ 17.26.42 WITA dan 18.26.42 WIT ( waktu puncak)
6. Tarik dari ujung bayangan hingga ke posisi alat. Garis itulah yang merupakan arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari, tepat berada di atas Kabah menurut laporan BMKG.
Cara luruskan kiblat (Tangkapan layar web edukasi.sains.lapan.go.id)
Meski demikian ada beberapa wilayah di Indonesia yang tidak mendapatkan fenomena matahari di atas Ka'bah Juli 2021. Sebagian wilayah itu di antaranya provinsi Maluku, Provinsi Papua dan Papua Barat.
Jika cuaca di lokasi Anda tidak mendapatkan cahaya Matahari pada saat kalibrasi, mengatur arah kiblat juga bisa dilakukan dua hari sebelum hingga dua hari sesudah puncak fenomena berlangsung.
LAPAN menyebut toleransi dari tingkat pengukuran kiblat itu dapat mencapai 0,5 derajat, yang merupakan setengah skala terkecil pengukuran kiblat, jika dibantu menggunakan usur derajat skala kecil 1 derajat.
Jakarta, CNN Indonesia --
Matahari dilaporkan berada pada posisi tepat di atas Ka'bah, pada Kamis (15/7) siang waktu setempat. Hal itu menjadi momentum untuk luruskan arah kiblat bagi masyarakat Indonesia.
Menurut Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Agus Salim, peristiwa semacam ini dikenal dengan nama Istiwa A'zham atau Rashdul Qiblah. Yaitu, waktu matahari di atas Ka'bah di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.
"Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka'bah," terang Agus Salim lewat keterangan resmi di Jakarta, Rabu (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan fenomena ini memiliki banyak sebutan yakni Qibla Day atau hari kiblat, Istiwa'ul A'zham atau kulminasi agung Mekah dan hari meluruskan kiblat global.
Lebih lanjut LAPAN menyebut fenomena itu terjadi pada pukul 9.26.42 waktu setempat atau bertepatan saat tengah hari di kota Mekah, Arab Saudi.
"Fenomena ini terjadi pukul 9.26.42 waktu Saudi, atau 16.26.42 WIB/ 17.26.42 WITA/ 18.26.42 WIT, yakni saat tengah hari di Kota Mekah," ujar LAPAN lewat situs resmi.
Dengan adanya fenomena ini bisa dimanfaatkan untuk meluruskan arah kiblat, dengan menggunakan kulminasi agung.
Hal ini terbilang mudah lantaran tidak membutuhkan banyak peralatan untuk mengkalibrasi arah kiblat.
Bahkan cara ini terbilang lebih akurat ketimbang menggunakan kompas, karena kompas dipengaruhi medan magnet alami maupun buatan. Hal itu dapat mempengaruhi keakuratan pengukuran.
Cara Luruskan Kiblat Jika Tak Bisa Dilakukan Esok Hari
Foto: ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA
4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah, dan pastikan tongkat benar-benar tegak lurus 90 derajat dari tanah.
5. Tunggu hingga waktu kulminasi agung tiba, yakni lima menit setelah waktu16.26.42 WIB/ 17.26.42 WITA dan 18.26.42 WIT ( waktu puncak)
6. Tarik dari ujung bayangan hingga ke posisi alat. Garis itulah yang merupakan arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari, tepat berada di atas Kabah menurut laporan BMKG.
Cara luruskan kiblat (Tangkapan layar web edukasi.sains.lapan.go.id)
Meski demikian ada beberapa wilayah di Indonesia yang tidak mendapatkan fenomena matahari di atas Ka'bah Juli 2021. Sebagian wilayah itu di antaranya provinsi Maluku, Provinsi Papua dan Papua Barat.
Jika cuaca di lokasi Anda tidak mendapatkan cahaya Matahari pada saat kalibrasi, mengatur arah kiblat juga bisa dilakukan dua hari sebelum hingga dua hari sesudah puncak fenomena berlangsung.
LAPAN menyebut toleransi dari tingkat pengukuran kiblat itu dapat mencapai 0,5 derajat, yang merupakan setengah skala terkecil pengukuran kiblat, jika dibantu menggunakan usur derajat skala kecil 1 derajat.