Daftar Produsen yang Komitmen Hapus Mesin Konvensional

CNN Indonesia | Rabu, 23/06/2021 16:50 WIB
Dari banyaknya merek otomotif Eropa, cuma Toyota asal Jepang yang terlihat fokus menghadirkan mobil hybrid dan listrik di masa depan. Ilustrasi mobil listrik. (Foto: CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah pabrikan otomotif telah berkomitmen untuk mengakhiri sejumlah model mobil bermesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE). Masing-masing merek bahkan ada yang akan menghentikan memproduksi mobil bensin dan diesel dalam beberapa tahun ke depan.

Kabar terbaru adalah Audi, anak perusahaan Volkswagen Jerman, yang berjanji untuk meluncurkan hanya kendaraan listrik penuh mulai 2026 dan menghentikan pembuatan mobil konvensional pada 2033.

Selain Audi masih ada lagi merek mobil Eropa dan Jepang yang akan memperbanyak produksi mobil ramah lingkungan antara 2030 sampai 2035. Berikut daftarnya.


BMW

BMW menargetkan ingin menjual 10 juta kendaraan bertenaga listrik murni, atau naik dari target sebelumnya 4 juta unit.

BMW diketahui menjadi merek yang memulai bisnis mobil listrik melalui model i3, tapi kemudian mendapat rival kuat yaitu Tesla.

Selain itu merek satu grup BMW, MINI juga telah berkomitmen untuk memasarkan model listrik sepenugnya. Rencana MINI alan dimulai dalam satu dekade ke depan.

Lebih lanjut, BMW berencana menginvestasikan 400 juta euro (US$475 juta) untuk jalur manufaktur kendaraan listrik sebagai pengganti mesin konvensional di pabrik bersejarahnya di Munich, Jerman.

Volkswagen

Grup mobil Jerman berencana memiliki kendaraan listrik untuk 60 persen dari penjualan di Eropa pada 2030, dan 50 persen dari total global.

Volkswagen juga berencana berinvestasi sebesar 46 miliar euro selama lima tahun dalam upaya konversinya dari mobil konvensional ke listrik.

Produsen mobil mewah di bawah Volkswagen Grup, Porsche juga memiliki rencana yang sama. Porsche menargetkan netralitas karbon pada tahun 2030.

Sementara Lamborghini, yang juga milik grup Volkswagen, bulan lalu mengumumkan peta jalannya untuk beralih ke listrik untuk mobil sport mewahnya. Merek Italia ini berharap memiliki opsi listrik untuk semua modelnya pada akhir 2024.

Volvo

Anak perusahaan dari grup China Geely berencana untuk menghentikan mesin pembakaran internal dan hibrida pada 2030. Ini bertujuan untuk setengah dari produk yang dipasarkan menjadi listrik mulai 2025.

GM

Produsen mobil AS itu mengatakan pihaknya berencana berhenti membangun kendaraan mesin konvensional mulai 2035.

Stellantis

Grup yang terdiri dari merek Jeep, Chrysler, Fiat, Peugeot, Citroen dan Opel itu mengatakan tidak akan lagi berinvestasi dalam pengembangan mesin pembakaran internal. Ini bertujuan untuk 70 persen dari penjualan menjadi listrik dan hibrida pada tahun 2030, naik dari 14 persen tahun ini.

Toyota

Toyota ingin agar mulai 2025 mereka menyumbang penjualan di mana 70 persen mobil hybrid, 10 persen konvensional, 10 persen hybrid plug-in, dan sisanya listrik dan hidrogen.

Daimler

Pembuat Mercedes-Benz mengatakan pada April pihaknya berencana mempercepat peralihannya ke kendaraan listrik, dan menggandakan penjualan sepenuhnya listrik dan hibrida tahun ini.

Pada 2025, merek Jerman ini menargetkan 25 persen penjualan menjadi listrik, dan naik menjadi 50 persen pada 2030 mengutip AFP.

(mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK