Hari Satelit Palapa, Orba dan Jalur Orbit D yang Kini Kosong

CNN Indonesia | Jumat, 09/07/2021 10:17 WIB
Hari Satelit Palapa 2021 diperingati 9 Juli. Satelit Palapa A1 diluncurkan 1976, namun generasi terbaru Satelit Palapa D berhenti meluncur 2020. Ilustrasi satelit Palapa. (Dok. NASA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejarah satelit di Indonesia dimulai 45 tahun lalu, tepatnya 9 Juli 1976. Saat itu Satelit Palapa A1 diluncurkan dari Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral, Amerika Serikat (AS). Setiap 9 Juli kini diabadikan sebagai Hari Satelit Palapa.

Palapa A1 lantas menjadi tonggak sejarah satelit di Indonesia yang kemudian diikuti satelit lainnya. Pada era tersebut, Indonesia merupakan negara pertama di Asia dan negara ketiga di dunia yang mengoperasikan Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) menggunakan Satelit GEO setelah AS dan Kanada.

Setelah itu Palapa A1 menjadi SKSD pertama di Indonesia yang memberikan layanan telepon dan faksimili antar kota di Indonesia. Lalu, SKSD ini juga berkembang menjadi infrastruktur utama dalam pendistribusian program televisi nasional.


Palapa kemudian beregenerasi sebelum Indonesia meluncurkan berbagai satelit lain, antaranya Telkom, Cakrawarta, Indostar, Garuda, dan PSN. Sedangkan operator saterlit yang tercatat di dalam negeri setidaknya ada lima, yakni Telkom, Indosat, PSN, MNC, dan BRI.

Palapa A

Dilansir dari berbagai sumber, satelit pertama Indonesia ini memiliki spesifikasi yang mirip satelit domestik Kanada dan AS karena dibuat oleh perusahaan yang sama, Hughes Aircraft Company dengan model HS-333.

Palapa A ini memiliki 12 transponder dengan kapasitas setara 6.000 sirkuit suara atau 12 saluran televisi warna, memiliki masa aktif hingga tujuh tahun dengan tinggi satelit 3.41 meter, diameter 1.9 meter dan berat saat peluncuran sebesar 574 kg.

Menurut Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), area coverage satelit Palapa meliputi Indonesia dan Asia Tenggara, Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Satelit dikendalikan dan dioperasikan oleh Perumtel (sekarang Telkom). Lalu Transponder dialokasikan untuk sistem komunikasi yang digunakan PERUMTEL, siaran TVRI dan juga Kementrian Pertahanan dan Keamanan. Negara ASEAN juga memanfaatkan transponder satelit Palapa A yaitu Filipina, Thailand dan Malaysia.

Palapa A punya dua generasi yakni yang diluncurkan, yakni Palapa A1 1976 dan Palapa A2 11 Maret 1977.

Palapa B

Palapa B merupakan penerus dari Palapa A,  yang dibuat oleh perusahaan Hughes Space and Communication Company dengan model HS-376.

Palapa B mempunyai kapasitas yang 2 kali lebih besar dari generasi sebelumnya, yaitu memiliki 24 transponder dengan daya listrik 4 kali lipat. Satelit ini memiliki diameter 2.16 meter, tinggi 6.96 meter dan berat sebesar 691.73 kg pada saat peluncuran.

Palapa B ini memiliki sejumlah generasi mulai Palapa B1 diluncurkan 1983, Palapa B2 26 Februari 1984, Palapa B2P 21 Maret 1987, Palapa B2R 14 April 1990, dan Palapa B4 14 Mei 1992.

Palapa B2, mengalami kegagalan pada saat penempatan orbit. Satelit ini kemudian diambil dan diperbaiki oleh Hughes dan diluncurkan kembali dengan nama Palapa B2R. Satelit Palapa B ini juga dikendalikan dan dioperasikan oleh Perumtel.

Gajah Mada, Soeharto dan Satelit Palapa D

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK