Netizen Riuh BEM Udayana Cap Jokowi The Guardian of Oligarch

CNN Indonesia | Senin, 19/07/2021 14:56 WIB
Netizen merespons BEM Udayana yang menyertakan Jokowi dalam poster yang diberi judul 'The Guardian of Oligarch' atau sang penjaga oligarki. Jokowi dikritik BEM Udayana. (Lukas - Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kritik unik yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana, Bali kepada Presiden Joko Widodo mengundang riuh komentar netizen.

Dalam akun Twitternya, BEM Udayana membagikan postingan foto Joko Widodo yang disunting layaknya poster film layar lebar. Selain itu tak luput poster itu diberi judul The Guardian of Oligarch atau sang penjaga oligarki.

BEM Udayana juga menyebut menjelang ulang tahun RI ke-76, keadilan di Indonesia semalin luntur, lantaran banyak kebijakan pemerintah yang tidak menghiraukan kesejahteraan rakyat.

"[The Guardian of Oligarch] Hidup Rakyat Indonesia! Salam Perjuangan!," kicau BEM Udayana

"Dalam umurnya sebentar lagi menginjak angka 76, kehadiran keadilan di muka bumi pertiwi ini semakin luntur. Ketika kebijakan yang dibuat pemerintah malah tidak menghiraukan kesejahteraan dari rakyatnya," tambahnya.

Salah satu warganet @zera1352 berpesan kepada mahasiswa untuk terus kritis dan jangan takut kepada penguasa, karena rakyat membutuhkan gerakan mahasiswa.

"Mantaaab BEM udayana, teruslah kritis jangan takut pada penguasa. Rakyat butuh anda anda sekalian,"ujarnya.


Ada pula warganet yang merasa kasihan kepada Jokowi yang kerap dijadikan candaan oleh bagi lembaga-lembaga kemahasiswaan kampus. Padahal, ia menilai dahulu banyak yang memiliki ekspektasi tinggi kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Kasian ya, sekarang dia[Jokowi] jadi dagelan kampus-kampus padahal dulu mahasiswa punya ekspektasi tinggi sama dia. Sayangnya, kepentingan politik tetep ga bisa bendung," kicau @andraradian.

Selain itu ada pula warganet yang berkomentar untuk memantik gerakan mahasiswa jangan hanya berujung di media sosial saja. 

"Kalau sampai akhir tahun 2021 tidak ada gerakan nyata dari mahasiswa, berarti mereka (mahasiswa )adalah sama (dengan penguasa). Saya tunggu gerakanmu, jangan cuma berani di medsos, jangan takut dengan ancaman rektorat," tuturnya.

Pengamat politik Hendri Satrio juga ikut mengomentari kritikan BEM Udayana yang terletak di lumbung suara partai pengusung Jokowi sendiri, yakni PDIP di Bali.

"Suara BEM Udayana ini punya nilai berbeda, ini Universitas dari daerah kantong suara pemilih penguasa dan partainya, sudah seharusnya evaluasi internal dan introspeksi dilakukan serius. Oh, tentang Mundur, seperti di youtube saya, Mundur itu butuh kesadaran, gak boleh dipaksa!," kicau @satriohendri.

Sebelumnya, BEM UI mengritik Jokowi dengan sebutan "King of Lip Service", merujuk pada pengabaian terhadap janji-janjinya sendiri.BEM dari sejumlah kampus pun mendukung kritik tersebut meski buzzer menyerang.

Menanggapi julukan iniJokowi menyebut hal itu sebagai ekspresi mahasiswa. 

Menurut Jokowi, pihak universitas tak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tetap ada tata krama yang harus dipatuhi.

"Ya saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi. Jadi kritik ini ya boleh-boleh saja," ujar Jokowi melalui keterangan yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden (29/6).

Sementara, BEM Unnes menambahkan kritik bagi Wapres Ma'ruf Amin dengan sebutan "King of Silence", lantaran menilainya lebih banyak diam dan tak memainkan peran signifikan.

Serta sindiran untuk Ketua DPR Puan Maharani "Queen of Ghosting", lantaran dinilai kerap mengesahkan perundangan yang tak berpihak pada masyarakat.

Tak ketinggalan, melalui akun [email protected], organisasi internal mahasiswa itu mengunggah sejumlah slide yang dimulai dengan foto Jokowi dengan gestur kedua tangan saling berhadapan menempel ke wajah seperti tengah berdoa. Terdapat tulisan pula "Kami Bersama Presiden Jokowi".

Bak sebuah prank,slide kedua unggahan itu menampilkan tulisan "tapi boong", dengan dua foto wajah Jokowi tersenyum lebar saling berhadapan.



(can/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK