Paspampres-Polisi Ribut, Netizen Sindir Petugas PPKM Arogan

CNN Indonesia | Jumat, 09/07/2021 14:49 WIB
Netizen ribut komentari video seorang anggota Paspampres terlibat adu mulut dengan aparat kepolisian saat penyekatan PPPM darurat. Ilustrasi paspampres. (Gilang Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video seorang anggota Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) terlibat adu mulut dengan aparat kepolisian di pos penyekatan Daan Mogot, Jakarta Barat, viral di media sosial. Netizen ikut memberikan reaksi beragam terkait aksi polisi yang mempertanyakan pekerjaan Paspampres.

Akun Zulfikar memuji sikap anggota paspamres yang tetap tenang menghadapi polisi yang marah dan teriak-teriak.

"Syukurnya anggota Paspampres ini walaupun masih muda tapi nggak ikutan arogan. Petugas yang pakaian preman ini dan kelihatan sdh paruh baya kenapa nggak bisa lebih santun?," cuit @zoelfick.


Politikus Gerindra Habiburokhman juga mengkritik aksi polisi yang akan membuat masyarakat menilai aparat arogan kala PPKM Darurat untuk memutus laju penularan Covid-19 di Jawa-Bali.

"Siapapun oknum yang menghardik dengan kalimat " kamu Paspampres memang kenapa" harus dihukum dan direedukasi. Jelas bahwa Paspamres masuk dalam sektor kritikal yang harusnya bebas dari penyekatan. Jangan sampai Masyarakat menilai bahwa aparat arogan dan justru gak paham hukum," kicau @habiburokhman.

Kritik untuk petugas PPKM darurat juga datang dari netizen yang memuji aksi tenang anggota Paspampres.

"Kepada petugas, Praka Izroi sudah menyampaikan dirinya adalah anggota Paspampres yg sedang menuju ke Satuannya untuk bertugas. Kita kasih jempol buat anggota Paspampres yg sabar menghadapi petugas PPKM," kicau @billray2019.

Tak ketinggalan, ada juga netizen yang meminta agar petugas PPKM darurat untuk manusiawi menghadapi warga saat penyekatan.

"ni pelajaran buat petugas PPKM untuk lebih manusiawi dalam menghadapi masyarakat dilapangan," kicau @yusrintosepu.

Sebelumnya, para petugas pos penyekatan itu juga sempat mendorong-dorong anggota Paspampres tersebut sampai terpojok. Keributan baru berakhir setelah anggota Paspampres bernama Praka Izroi itu menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) miliknya. Anggota Paspampres itu kemudian dibebaskan dan bisa melanjutkan perjalanan.

Peristiwa itu berbuntut panjang. Pada Rabu (7/7) malam, sekitar 50 orang dari anggota Paspampres menyambangi Polres Jakarta Barat. Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, Mayor Jendral TNI Agus Subiyanto mengatakan, kedatangan anggotanya ke Polres Jakarta Barat bukan tanpa alasan.

Anggotanya ingin memastikan apakah polisi yang sempat mempertanyakan pekerjaan anak buahnya itu sudah mendapat peringatan dari atasannya.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo telah mendatangi markas Paspampres dan meminta maaf secara langsung.

Ady mengungkapkan bahwa persoalan tersebut sudah selesai. Ady mengaku sudah bertemu dan meminta maaf secara langsung dengan Komandan Paspampres terkait peristiwa tersebut.

Kendati diklaim berakhir damai, Propam Polda Metro Jaya tetap memeriksa tiga anggota Polres Metro Jakarta Barat terkait peristiwa tersebut.

(dal/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK