Pakar Sebut Akun Asli Mendominasi Tagar Turunkan Jokowi

CNN Indonesia | Senin, 26/07/2021 15:53 WIB
Pakar medsos ungkap sebanyak 70 persen akun asli mendominasi tagar turunkan Jokowi di Twitter secara konsisten, akun bot hanya sedikit. Ilustrasi tagar Turunkan Jokowi ramai di Twitter. (Lukas - Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendiri Drone Empritand Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi mengungkapkan akun asli dan bot di balik tagar turunkan Presiden Joko Widodo di media sosial Twitter dan kerap berganti narasi setiap minggu.

Pakar medsos itu mengungkapkan bahwa pihaknya mengumpulkan total 8.569 akun yang aktif dalam percakapan untuk menurunkan politikus PDIP itu.

Dari 8 ribuan akun yang aktif nge-tweet terkait 'Turunkan Jokowi', Ismail berhasil mengumpulkan 42,30 persen percakapan untuk kemudian dianalisis kecenderungan bot atau atau akun asli di dalamnya.


"Dari 42,30 persen itu, akun bot sangat sedikit yakni 14 persen. Tapi akun asli sebanyak 70 persen," tegas Ismail kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/7).

Menurut Ismail, pihaknya menganalisis bot terlihat dari akun-akun yang hanya melakukan re-tweet berulang-ulang tanpa memiliki jejak aktif berkicau dan hanya memiliki sedikit followers atau pengikut. Sementara akun aktif mereka mereka yang aktif mengunggah tweet dan punya followers yang asli.

Lebih lanjut ia menjelaskan kritik yang banyak disampaikan itu dituliskan oleh berbagai pihak, di antaranya dari kalangan akademisi, dokter, epidemiolog, aktivis, dan masyarakat luas.

Beberapa pengguna Twitter disebut Ismail berkomentar atas lemahnya penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah. Hal itu menjadi salah satu sumber isu yang digunakan pro oposisi untuk membangun narasi turunkan Jokowi.

Ismail lebih lanjut menjelaskan dalam temuannya terdapat 11 narasi yang isinya menuntut Presiden Jokowi turun dari jabatannya dalam satu bulan terakhir.

"Dalam 1 bulan terakhir, setidaknya ada 11 tagar yang narasinya menuntut Jokowi turun, seperti #Jokowi7TahunCukupLah, #BapakPresidenMenyerahlah, #2021GantiPresiden, #JokowiStepDown, #MakzulkanPresidenGagal, #LockdownJokowi, dst," ujar Ismail lewat akun Twitter.

Ia menilai sebagian besar narasi yang diangkat dalam tagar-tagar tersebut bertujuan untuk menuntut turunkan Jokowi dari tahta Presiden, dan semua tagar berhasil mencapai puncak trending topik Twitter di Indonesia.

Berdasarkan pantauan Drone Empirit, beberapa tagar kontra Jokowi sempat dimonitor, antara lain #TurunkanSebelum2024, #CabutMandatRakyat, #BapakPresidenMenyerahlah, #PakPresidenKapanMundur, dan #Jokowi7TahunCukuplah.

Tren tagar atau hashtag tersebut dilaporkan naik turun sesuai dengan hari-hari tagar tersebut dinaikkan.

Namun demikian berdasarkan peta Social Network Analysis (SNA), tampak jelas bahwa tagar-tagar tersebut diangkat oleh satu cluster saja, yaitu cluster Pro Oposisi. Di antaranya pada akun @OposisiCerdas, @Oposisi_Kecil.

"Tagar-tagar kontra Jokowi ini secara konsisten dibuat oleh cluster Pro Oposisi, yang setiap minggu tagar berganti tapi narasinya sama," ujarnya.

Di samping itu, Ismail juga mengungkap cuitan yang dinilainya sebagai Pro Jokowi. Tagar itu di antaranya seperti #KitaPercayaJokowi, #RakyatBersamaJokowi, dan #JokowiAtasiPandemi.

(dal/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK