Facebook Respons Biden soal Hoaks Covid Membunuh Orang

CNN Indonesia | Senin, 19/07/2021 12:27 WIB
Facebook membalas tudingan Presiden AS Biden yang menyebut media sosial besutan Zuckerberg itu membunuh orang dengan hoax Covid-19. Ilustrasi Facebook respons tuduhan Biden soal hoax Covid-19. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Facebook membantah keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang sempat menuding perusahaan media sosial punya Mark Zuckerberg itu menampung seluruh hoax terkait Covid-19.

Bahkan, Biden menyebutkan bila platform media sosial Facebook 'membunuh orang' karena membiarkan penyebaran hoax mengenai vaksin virus corona.

Guy Rosen, wakil presiden integritas Facebook, membuat pernyataan resmi lewat blog pada untuk menyikapi pernyataan Biden.

"Faktanya penerimaan vaksin di kalangan pengguna Facebook di AS telah meningkat. Fakta ini dan lainnya menceritakan kisah yang sangat berbeda dengan yang dituding oleh pemerintah dalam beberapa hari terakhir," kata Rosen mengutip Business Insider, Senin (19/7).

Rosen mengatakan Facebook telah bekerja sama dengan Carnegie Mellon University dan University of Maryland sejak April 2020 untuk mensurvei penggunanya, dengan 70 juta tanggapan yang sudah terkumpul.

"Untuk orang-orang AS di Facebook, keraguan terhadap vaksin telah menurun hingga 50 persen, dan mereka menjadi lebih menerima vaksin setiap hari," kata Rosen.

Rosen juga secara khusus membidik tujuan Biden untuk mendapatkan 70 persen orang dewasa Amerika divaksinasi pada 4 Juli.

"Data menunjukkan bahwa 85 persen pengguna Facebook di AS telah atau ingin divaksinasi terhadap Covid-19. Tujuan Presiden Biden adalah agar 70 persen orang Amerika divaksinasi pada 4 Juli 2021," kata Rosen.


Sejauh ini, Facebook mengklaim sudah 56 persen orang dewasa di AS telah menerima vaksinasi Covid-19.

Facebook sebelumnya mengatakan kepada Insider terkait berbagai inisiatif pro-vaksin yang telah dilakukan Facebook, termasuk memperkenalkan aturan khusus tentang informasi hoax seputar vaksin dan mendirikan klinik pop-up vaksin.

Meskipun sulit untuk mengukur dampak langsung dari hoax vaksin Covid-19, pada Maret 2021, The Center for Countering Digital Hate (CCDH) menerbitkan laporan yang mengatakan sebagian besar kesalahan informasi anti-vaxx hanya disebarkan oleh 12 akun.

12 akun ini memiliki gabungan pengikut sebanyak 59 juta orang di seluruh dunia. Di antara 12 akun tersebut, antaranya Robert F Kennedy Jr, keponakan eks Presiden AS John F Kennedy. Facebook lantas menghapus akun Instagram Kennedy pada bulan Februari lalu, tetapi bukan laman Facebook yang memiliki 300 ribu pengikut.

CEO CCDH Imran Ahmed mengatakan kepada Insider, untuk menindak dengan benar informasi yang salah tentang vaksin, Facebook perlu sepenuhnya menonaktifkan penyebar informasi yang salah dari nama besar seperti Kennedy.

Pemerintah AS  menyatakan ada 12 orang yang bertanggung jawab menyebarkan hoax tentang anti-vaksin. Gedung Putih memanggil mereka dengan sebutan 'disinformation dozen' (12 orang penyebar disinformasi)

CCDH pada saat itu meminta Facebook dan Twitter untuk menutup semua halaman soal anti-vaksin dan menyerukan agar Robert F. Kennedy Jr dikeluarkan dari media sosial.

(ryh/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK