Pakar Ungkap Analisis di Balik Tagar Turunkan Jokowi

CNN Indonesia | Senin, 26/07/2021 12:28 WIB
Pakar membeberkan analisis tagar turunkan Jokowi yang kerap berganti narasi tagar setiap minggu. Ilustrasi tagar turunkan Jokowi terun muncul di twitter. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendiri Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi membeberkan analisis tagar turunkan Presiden Joko Widodo yang kerap berganti narasi tagar setiap minggu di media sosial Twitter.

Pakar media sosial itu menjelaskan dalam temuannya terdapat 11 narasi yang isinya menuntut Presiden Jokowi turun dari jabatannya dalam satu bulan terakhir.

"Dalam 1 bulan terakhir, setidaknya ada 11 tagar yang narasinya menuntut Jokowi turun, seperti #Jokowi7TahunCukupLah, #BapakPresidenMenyerahlah, #2021GantiPresiden, #JokowiStepDown, #MakzulkanPresidenGagal, #LockdownJokowi, dst," ujar Ismail lewat akun Twitternya, Minggu (25/7).

Ia menilai sebagian besar narasi yang diangkat dalam tagar-tagar tersebut bertujuan untuk menuntut turunkan Jokowi dari tahta Presiden, dan semua tagar berhasil mencapai puncak trending topik Twitter di Indonesia.

Berdasarkan pantauan Drone Empirit, beberapa tagar kontra Jokowi sempat dimonitor, antara lain #TurunkanSebelum2024, #CabutMandatRakyat, #BapakPresidenMenyerahlah, #PakPresidenKapanMundur, dan #Jokowi7TahunCukuplah. Tren tagar itu dilaporkan naik turun sesuai dengan hari-hari tagar tersebut dinaikkan.

Ismail menjelaskan dari total 8.569 akun yang aktif dalam percakapan tersebut, sebanyak 42.30 persen secara acak berhasil di analisis kecenderungan botnya.

Ia mengatakan sebagian besar dilakukan oleh akun milik orang, namun banyak yang karakteristiknya seperti robot atau biasa disebut Bot.


Namun demikian berdasarkan peta Social Network Analysis (SNA), tampak jelas bahwa tagar-tagar tersebut diangkat oleh satu cluster saja, yaitu cluster Pro Oposisi. Di antaranya pada akun @OposisiCerdas, @Oposisi_Kecil.

"Tagar-tagar kontra Jokowi ini secara konsisten dibuat oleh cluster Pro Oposisi, yang setiap minggu tagar berganti tapi narasinya sama," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan kritik yang banyak disampaikan itu dituliskan oleh berbagai pihak, di antaranya dari kalangan akademisi, dokter, epidemiolog, aktivis, dan masyarakat luas.

Beberapa pengguna Twitter disebut Ismail berkomentar atas lemahnya penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah. Hal itu menjadi salah satu sumber isu yang digunakan pro oposisi untuk membangun narasi turunkan Jokowi.

Di samping itu, Ismail juga mengungkap cuitan yang dinilainya sebagai Pro Jokowi. Tagar itu di antaranya seperti #KitaPercayaJokowi, #RakyatBersamaJokowi, dan #JokowiAtasiPandemi.

----

Catatan redaksi: Judul berita dikoreksi pada Senin (26/7) pukul 13.50 WIB dari semula Pakar Duga 42 Persen Akun Bot di Bali Tagar Turunkan Jokowi karena terjadi kesalahan. Redaksi meminta maaf stas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

(can/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK