Analisis BMKG Gempa M 8,1 Alaska dan Dampak ke Indonesia

CNN Indonesia | Kamis, 29/07/2021 18:43 WIB
BMKG mengungkapkan gempa bumi berkekuatan 8,1 di Semenanjung Alaska merupakan gempa dangkal. Ilustrasi gempa Alaska dan peringatan tsunami. (Istockphoto/ Enot-poloskun)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi berkekuatan 8,1 di Semenanjung Alaska merupakan gempa dangkal.

Episenter gempa ini terletak pada koordinat 55,325° dan LU 157,841° BB, tepatnya di laut pada jarak 104 km arah tenggara Perryville, Alaska, pada kedalaman hiposenter 36 km.

Di samping itu gempa ini juga terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust Alaskan-Aleutian.

"Lalu hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Daryono melalui keterangan tertulisnya, Kamis (29/7).


Daryono juga mengatakan hingga pukul 16.00.00 WIB, telah terjadi lebih dari 25 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo kurang dari 6,0.

Daryono menambahkan gempa siang tadi memang sempat memicu dikeluarkannya peringatan dini tsunami. Bahkan di Alaska, beberapa sirine perintah evakuasi sempat dibunyikan.

Namun karena hasil monitoring muka laut hanya mencatat perubahan sangat kecil yang tidak akan berdampak, selanjutnya peringatan dini tsunami diakhiri.

"Berdasarkan hasil pemodelan, BMKG tidak mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah Indonesia karena memang tidak ada potensi tsunami di wilayah Indonesia, untuk itu masyarakat dihimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.

Daryono melanjutkan bila subduksi Alaskan-Aleutian memang terkenal aktif secara seismik dengan laju pergerakan Lempeng Pasifik ke arah barat 57-61 mm per tahun.

Sistem subduksi lempeng ini merupakan generator gempa kuat di wilayah Semenanjung Alaska yang sudah beberapa kali sudah memicu gempa dahsyat dan tsunami.

Berdasarkan sejarah, gempa besar Alaska yang bersumber di zona subduksi Alaskan-Aleutian yang memicu tsunami diantaranya adalah pada 1938 (M8,3) 1946 (M8,1) 1956 (M8,6) 1965 (M8,7) 1964 (M9,2) dan 1986 (M8,0).

(ryh/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK