BMKG Ungkap Penyebab Gempa Sulteng Akibat Sesar Balanta

CNN Indonesia | Senin, 26/07/2021 22:21 WIB
BMKG menyatakan penyebab gempa berkekuatan 6,5 magnitudo di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah akibat sesar lokal. Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, dalam jumpa pers. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan penyebab gempa berkekuatan 6,5 magnitudo yang terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah hari ini Senin (26/7) akibat sesar lokal.

BMKG juga menyebutkan pusat gempa berada di laut pada jarak 58 kilometer arah timur laut kabupaten Tojo Una-Unda pada kedalaman 10 km.

"Jenis dan mekanisme gempa dengan memperhatikan ini jenis gempa bumi dangkal akibat karena sesar lokal. Hasil analisis sumber bahwa gempa ini memiliki pergerakan normal atau patahan normal," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati secara daring, Senin (26/7).


Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Mitigasi Mempa Bumi dan Bencana Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, mengatakan daerah tersebut memang memiliki sesar aktif yang berpotensi gempa.

Gempa kali ini merupakan guncangan kesembilan dan tingkat getaran selalu tinggi, yakni di atas 6 magnitudo.

Gempa pertama terjadi pada 1923 dengan M6,5, 1927 M6,3, 1964 (M6,2 dan dua kali terjadi dengan getaran yang sama yaitu 6,6), 1966 M6,5, 1969 M6,1, dan 2001 M6,5.

"Dan dari pola ini ada pola pensesaran memanjang dari Balanta ke barat. Jadi diduga gempa saat ini terusan dari sesar Balanta," ucap Daryono.

Daryono juga meminta daerah tersebut segera diteliti agar aspek mitigasi kegempaan dapat dikembangkan.

Lebih lanjut, Dwikorita mengatakan mereka belum menerima informasi mengenai dampak gempa terhadap kerusakan maupun korban jiwa. Namun, ia meyakini sejumlah wilayah seperti Ampana hingga Poso pasti merasakan getaran cukup kuat sehingga perlu penanganan lebih jauh.

"Tapi kepada semua warga untuk menghindari bangunan rusak akibat gempa seperti retak. Sebelum kembali ke dalam rumah mohon periksa dulu, apa ada kerusakan atau keretakan," ungkapnya.

Dwikorita menambahkan sejauh ini gempa tidak menyebabkan tsunami. Kendati demikian ia tetap meminta kepada warga pesisir untuk tetap waspada.

Deputi Geofisika BMKG, M Sadly, menambahkan mereka akan terus memantau pergerakan tinggi muka air pasca gempa ini.

"Jadi perlu kami sampaikan gempa ini cukup besar 6,5 dan BMKG memang bilang tak ada potensi tsunami. Tapi tetap berjaga-jaga karena skala cukup besar. Kami akan terus pantau dan berkoordinasi untuk memberikan informasi terkini apabila ada perubahan tinggi muka laut dan sebagainya," ucap Sadly.

(ryh/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK