Ahli Prediksi Kehidupan Baru Muncul Usai Matahari Mati

CNN Indonesia | Jumat, 30/07/2021 23:45 WIB
Sejumlah ahli memprediksi Matahari suatu saat akan mati. Saat ini ahli menyebut usia Matahari 4,6 miliar tahun. Matahari menyeburkan lidah api yang mengarah ke Bumi. (Foto: NASA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bumi butuh paparan sinar Matahari untuk menghidupkan setiap jenis makhluk hidup. Setiap detik, menit dan jam partikel cahaya yang dipancarkan Matahari sangat berarti bagi kehidupan di Bumi.

Semburan panas yang disebut angin Matahari menabrak Bumi dengan kecepatan sekitar 1,6 juta kilometer per jam. Partikel panas ini menembus atmosfer dan sampai ke permukaan Bumi.

Namun sejumlah ahli memprediksi Matahari suatu saat akan mati. Saat ini ahli menyebut usia Matahari 4,6 miliar tahun.


Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, sebuah tim astronom menghitung bagaimana intensitas Matahari akan berevolusi selama 5 miliar tahun ke depan dan kehabisan energi hidrogen. Ahli menyebut saat ini Matahari masih dalam siklus stabil.

"Kita tahu bahwa angin matahari di masa lalu mengikis atmosfer Mars, yang, tidak seperti Bumi, tidak memiliki magnetosfer skala besar," kata tim penulis studi Aline Vidotto, astrofisikawan di Trinity College Dublin, Irlandia, dalam sebuah pernyataan.

"Apa yang tidak kami duga adalah bahwa angin Matahari di masa depan dapat merusak bahkan planet-planet yang dilindungi oleh medan magnet," sambungnya.

Apa yang terjadi bila Matahari mati?

Matahari pada akhirnya akan kehabisan hidrogen. Para astronom memprediksi bila hidrogen habis maka Matahari akan menjadi nebula atau letupan gas dan debu cahaya yang mengisi ruang angkasa. Nebula merupakan sisa-sisa bintang yang telah mati.

Tanpa hidrogen, inti Matahari akan mulai "berkontraksi", sementara gaya gravitasi mulai mengambil alih inti Matahari. Akhirnya, bintang itu hanya akan menjadi raksasa merah besar mati. Matahari akan mati perlahan menjadi katai putih.

Dikutip Space, untuk menghindari itu Matahari butuh tumbuh dua kali dari sekarang. Jika itu terjadi Matahari berhasil bertahan dari transformasi dahsyatnya, dan planet Bumi akan terselamatkan untuk umur 5 miliar tahun ke depan.

Dikutip Live Science, Selain menjadi pengingat kehidupan di Bumi akan kiamat, penelitian ini berimplikasi pada pencarian kehidupan di luar bumi.

Beberapa astronom berpikir dari punahnya Matahari justru akan menimbulkan kehidupan baru di planet-planet sekitar Matahari seperti Merkurius, Venus, Mars dan Bumi sekali pun.

Ini menandakan sangat tidak mungkin bahwa kehidupan di planet dapat bertahan dari kematian Matahari.

(mik/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK