Warga Kalsel Buat Alat Cek Status Vaksinasi Covid Pakai e-KTP

CNN Indonesia | Jumat, 30/07/2021 16:08 WIB
Fathurrachman Bahasyim (50) berhasil membuat alat cek status vaksinasi Covid-19 dengan komponen-komponen yang mudah dibeli. Fathurrachman Bahasyim (50) perakit alat pendeteksi status vaksinasi covid-19. (Foto: Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Fathurrachman Bahasyim (50) berhasil membuat alat cek status vaksinasi Covid-19. Penggunaan alat ini diklaim mudah sebab cuma menempelkan e-KTP dan status vaksinasi akan muncul di layar.

Fathurrachman menjelaskan alat pendeteksi ini merupakan micro controler yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga dapat membaca cip pada KTP elektronik.

"Jadi ada sensor yang membaca itu," kata Fathur kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (30/7).


Menurut pria karib disapa Habib Fathur itu, alat tersambung internet dan terhubung ke big data misalnya data base vaksinasi atau data kependudukan, akan menerima sinyal balasan.

"Misal saat di-scan ketemu datanya (sudah divaksin), dari servernya akan kirim sinyal ke alat ini dan menyalakan lampu hijau. Kalau tidak ketemu warna merah," kata dia.

"Tapi sekarang saya belum coba langsung karena kan tidak punya akses ke server pemerintah (data vaksinasi dan kependudukan). Jadi saya masih uji coba ke server buatan saya sendiri," ungkapnya lagi.

[Gambas:Instagram]

Ia menerangkan pembuatan alat ini hanya memakan waktu tiga hari. Proses pembuatannya dikatakan tidak sesulit yang dibayangkan, sebab ia sudah dengan bidang informatika.

"Jadi idenya itu baru nemu dan saya tuangkan. Dan kebetulan basic saya itu ya di IT," ujar Fathur.

Mengenai suku cadang pembuatan alat, Fathur mengatakan tidak sulit didapatkan. Sedangkan untuk purwarupa yang ia buat sekarang, semua bahannya mudah didapatkan.

"Nah kebetulan carinya tidak sulit dan ini kebetulan ada di rumah juga," katanya.

Fathur menambahkan pembuatan alat ini akan memakan biaya sekitar Rp4 juta, namun ia menilai dana tersebut tidaklah mahal sebab fungsinya akan memudahkan dalam setiap proses screaning.

Ia berhatap alatnya diapresiasi pemerintah sehingga dapat bekerjasama untuk keperluan deteksi. Ia menyebutkan alatnya cocok untuk keperluan screaning di tempat-tempat strategis seperti bandara atau stasiun yang membutuhkan kerja cepat dan tepat.

"Jadi nanti masyarakat tidak perlu lagi keluarin surat vaksin, cukup e-KTP dan scan," tutup Fathur.

(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK