Ahli: Varian Baru Covid-19 Super Bisa Muncul di Indonesia

CNN Indonesia | Minggu, 25/07/2021 06:00 WIB
Menurut ahli, varian baru Covid-19 atau varian super bisa muncul di negara yang tidak bisa menekan lajur penularan, salah satunya Indonesia. Ilustrasi varian baru Covid-19. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai varian baru Covid-19 yang lebih mematikan atau yang dikenal dengan varian super bisa muncul di Indonesia.

Mutasi varian baru SARS-CoV-2, kata dia, bisa muncul dari negara atau wilayah yang tidak mampu menekan laju penularan virus seperti di Indonesia.

"Sangat jelas ada banget Indonesia bisa menghasilkan varian baru Covid-19 super itu sangat jelas. Karena pandemi kita tak terkendali," kata Dicky kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (24/7).


Secara global, sudah ditemukan empat varian varian virus corona yakni varian Alpha, varian Beta, varian Gamma dan varian Delta. Nama terakhir disebut-sebut pertama kali diidentifikasi di India.

Dicky menyebut indikator sebuah wabah virus corona tak terkendali, apabila angka positivity rate melebihi standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen.

Positivity rate merupakan perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. Sementara angka positivity rate Indonesia belakangan ini berkali-kali lipat lebih tinggi ketimbang standar WHO tersebut.

"Bisa dipastikan Indonesia sangat berpotensi besar melahirkan mutasi virus corona varian baru yang super," kata Dicky.

Dicky menjelaskan ada tiga kriteria mutasi virus corona varian baru masuk kategori yang mengkhawatirkan atau varian super. Pertama yakni memiliki kecepatan penularan. Kedua, kemampuan menimbulkan gejala parah bahkan kematian. Terakhir mampu menurunkan efikasi antibodi setelah vaksinasi.

Dicky menilai masyarakat Indonesia saat ini masih buta dengan situasi corona yang ada di negaranya sendiri. Terlebih, upaya untuk mendeteksi penularan mutasi virus corona atau whole genome sequencing yang menyebar saat ini masih amat terbatas.

Sepanjang pandemi, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mencatat per 10 Juni 2021 lalu total baru sebanyak 2.000 sampel acak yang dilakukan whole genome sequencing di Indonesia.

Meski demikian, Dicky menilai masih sulit untuk memastikan apakah sudah ada mutasi varian baru corona yang dilahirkan di Indonesia saat ini. Ia hanya mengatakan potensi tersebut masih sangat besar terjadi.

Dicky turut mengingatkan upaya terpenting mencegah munculnya varian baru yang lebih berbahaya dengan menghambat penyebarannya. Salah satunya tetap melaksanakan strategi testing, tracking dan treatment secara luas.

"Lalu jangan lupa 5M, vaksinasi dan visitasi. Tanpa adanya itu, banyak kasus Covid terlewatkan yang artinya terjadi pengabaian dalam mencegah penyebaran di komunitas," kata Dicky.

Senada, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eikjman Amin Soebandrio mengatakan varian baru Covid-19 bisa muncul tidak hanya Indonesia. Tetapi bisa di semua negara karena virus tersebut bermutasi kapan saja dan dimana saja.

"Varian baru corona bisa muncul di negara lain bisa di Indonesia," kata Amin kepada CNNIndonesia.com.

Ke depan, Amin mengatakan varian Covid-19 yang mendominasi bukan hanya delta, tetapi varian baru yang lain. Amin menekankan varian baru tidak selalu merupakan turunan dari varian Covid-19 yang ada sekarang.

"Sekarang kan varian Covid di ada 4. Walaupun yang masuk Indonesia baru tiga. Bisa saja varian baru itu dari varian yang aslinya. Dari yang Wuhan dulu mengalami mutasi terus jadi varian baru," tegas Amin.

Amin menggarisbawahi, varian baru Covid-19 bermutasi bisa jadi karena lolos dari tekanan lingkungan, baik obat, antibodi dan faktor lain.

(rzr/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK