Pakar Sebut Hoaks Covid-19 Tertinggi Pada Januari 2021

CNN Indonesia
Senin, 16 Agu 2021 02:45 WIB
Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, menyebut hoaks terkait Covid-19 tercatat paling tinggi ditemukan pada Januari 2021. Ilustrasi. Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, menyebut hoaks terkait Covid-19 tercatat paling tinggi ditemukan pada Januari 2021. (Barn Images)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, menyebut hoaks terkait Covid-19 tercatat paling tinggi ditemukan pada Januari 2021.

Temuan itu merupakan hasil penelitian yang dibuat oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) selama Januari hingga Juni 2021.

"Kalau kita lihat lagi kapan itu paling tinggi spesifik Covid itu fakta-faktanya kita lihat pas bulan Januari paling tinggi," kata Ismail dalam sebuah webinar, Minggu (15/8) malam.


Rinciannya, 92 hoaks di Januari, 38 hoaks di Februari, 37 hoaks pada Maret dan April, 24 hoaks pada Mei, dan 34 hoaks pada Juni.

"Tapi Januari gede banget tentang covid, karena apa itu awal-awal kita mau rilis tentang vaksin itu kemarin orang percaya dan enggak percaya," ucap Ismail.

Di luar hoaks soal Covid-19, tercatat ada ribuan hoaks yang beredar selama Januari hingga Juni. Yakni, 1.210 hoaks yang bersifat umum dan 105 hoaks tentang vaksin.

Ismail menuturkan hoaks yang berkaitan dengan vaksin biasanya berkaitan dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Yang paling banyak tentang KIPI, habis divaksinasi orang kejang-kejang, ada yang meninggal, luar biasa banyak dan itu yang kemudian dipakai lagi untuk membuat teori konspirasi dan macam-macam dalam bentuk video," tutur Ismail.

Menurut Ismail informasi hoaks itu muncul dengan berbagai jenis atau tipe. Antara lain, satire atau parodi, konten palsu, konten yang dimanipulasi, konten yang menyesatkan, koneksi yang salah, konten yang salah, hingga konten tiruan.

Ismail juga menyebut konteks hoaks dalam bentuk video sebenarnya terhitung tak terlalu banyak. Namun, penyebaran video itu cukup luas.

"Hoaks-hoaks dalam bentuk video itu jumlahnya memabg enggak banyak, tapi begitu ada penyebarannya luar biasa, orang bisa berulang-ulang share terus menerus," ujarnya.

(dis/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER