Ahli Ungkap Cara Kerja Pembuat Hoaks, Untung Ratusan Juta

CNN Indonesia | Sabtu, 28/08/2021 15:28 WIB
Ahli mengungkap cara kerja para pembuat hoaks yang bisa meraup untung belasan hingga ratusan juta rupiah. Ilustrasi. Ahli mengungkap cara kerja para pembuat hoaks yang bisa meraup untung belasan hingga ratusan juta rupiah.(Istockphoto/ Dusanpetkovic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat media sosial menyebut pembuat hoaks punya viewer (penonton) sangat tinggi, sehingga bisa meraup keuntungan hingga ratusan juta.

Hal ini diungkap Analis media sosial sekaligus pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi. Menurutnya, cara kerja para pembuat hoaks ini ialah dengan menyediakan platform seperti website atau YouTube.

Kedua platform ini diisi dengan konten palsu dan disebarkan ke media sosial. Konten tersebut akan menimbulkan keriuhan sehingga banyak warganet mengakses.


Sehingga, para pembuat hoaks bisa meraup keuntungan dari iklan yang dipasang di situs (AdSense) dan kanal Youtube mereka. Selain itu, mereka juga bisa mendapat keuntungan dari penjualan produk dan pesanan politik.

"Kanal-kanal YouTube berisi fitnah dan hoaks ini viewernya tinggi. Ini baru 3 jam sudah 19 ribu views. [Sementara hoaks] yang ditanyakan Bapak saya karena viral di WAG [grup Whatsapp], baru 3 hari sudah 750an ribu views. Keuntungan ekonomi dari hoaks ini nyata. Berhati-hati-lah," tulisnya lewat akun resmi @ismailfahmi, Rabu, (18/8).

Dalam utas cuitan itu, Ismail juga menyisipkan sebuah video yang berisi pengakuan dari seorang pembuat hoaks yang diwawancara pada 2017 lalu.

"Kalau mereka yang baru memulai-mulai, itu rata-rata ya, kisaran penghasilan mereka yang kotornya itu bisa sampai 20 sampai 30 [juta]an saja. Bersih-bersih mungkin mencapai 10 sampai 15 jutaan," kata si pembuat hoaks yang disamarkan nama dan wajahnya dalam video wawancara di salah satu tv swasta tersebut.

Selain itu, dalam slide yang disematkan, sang pembuat hoaks mengaku murid pembuat hoaks bisa mendapat setidaknya Rp15 juta, sementara sang guru bisa memperoleh lebih dari Rp100 juta. Konten politik diaku menjadi sumber pendapatan paling besar.

Ismail lantas berkomentar bahwa penghasilan sebesar itu didapat pada 2017 ketika mereka hanya mengandalkan pendapatan dari iklan di situs. Namun, kini dengan makin ramainya iklan di Youtube, maka tak heran jika hoaks ini pun menjamur di platform video besutan Google itu.



Sebar Hoaks Buat Cari Uang, Bukan Cuma di Indonesia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK