Ciri TV Digital dan Cara Bedakan dari TV Analog

CNN Indonesia
Jumat, 20 Agu 2021 08:24 WIB
Ciri TV Digital dan Cara Bedakan dari TV Analog
Berikut sejumlah cara untuk membedakan tv analog dari tv digital yang memiliki ciri khusus.(iStockphoto/simpson33)

Secara fisik, perbedaan utama TV analog adalah bentuknya yang bongsor. TV ini jamak disebut sebagai TV Tabung atau TV yang memiliki layar cembung.

Namun, TV analog tak selalu berlayar cembung. Sebab, ada juga televisi layar datar dengan panel LCD atau LED yang ternyata hanya bisa menerima siaran analog.

Lantas bagaimana membedakan TV layar datar yang masih analog dan sudah digital?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara termudah adalah dengan melakukan pencarian saluran televisi. Pada TV layar datar ketika memilih menu dan melakukan pencarian saluran, hanya akan muncul pilihan ATV saja.

Pada TV cembung, ketika melakukan pencarian saluran malah akan langsung ke menu pencarian saluran di frekuensi VHF atau UHF, tanpa menunjukkan tampilan ATV.

Kualitas gambar dan suara pada TV analog tak sebagus TV digital. Karena jika sinyal lemah, maka gambar dan suara akan makin terganggu kejernihannya.

Sebab, kualitas sinyal cenderung menurun ketika lokasi penerimaan semakin jauh dari titik transmisi sehingga menimbulkan noise atau 'bersemut'. Selain itu juga rentannya sinyal siaran analog terhadap gangguan cuaca.

Sehingga, untuk membuat TV analog bisa menerima siaran digital mesti dilengkapi dengan alat set top box tambahan.

Tidak harus Beli TV Baru

Kominfo juga menyampaikan masyarakat tidak harus membeli TV baru untuk menikmati siaran TV digital. Masyarakat hanya perlu menambahkan perangkat converter (yang disebut set top box/STB) pada pesawat TV lama.

STB adalah alat bantu penerima siaran digital yang berfungsi mengkonversi dan mengkompresi sinyal digital sehingga dapat diterima pada pesawat TV analog.

Terkait dengan STB, ada berbagai jenis dijual di e-commerce. Harganya pun bervariasi tergantung dari fitur yang ditawarkan. Misalnya, Xtreamer BIEN 3 yang bisa menghadirkan berbagai siaran TV lokal dan beberapa siaran TV luar negeri.

Kemudian ada ZTE ZXV10 B760H yang bisa membuat TV biasa jadi smart TV. STB itu menggunakan sistem operasi Android 4.4 KitKat, prosesor quad-core ARMv7, dan sudah memiliki Google Play Store untuk instalasi aplikasi dan game.

Ada pula Huawei EC6108V9 yang mirip dengan dengan ZTE ZXV10 B760H. Bedanya, Huawei EC6108V9 memiliki RAM 2GB sehingga menawarkan performa lebih baik.



[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Televisi (TV) digital memiliki ciri tertentu yang bisa dibedakan dari TV analog.

Sebab, tidak semua tv layar datar merupakan tv digital. Tapi, pesawat televisi itu mesti memiliki chip khusus yang bisa digunakan untuk menangkap siaran tv digital.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana untuk melakukan penghentian siaran televisi (tv) analog atau Analog Switch Off (ASO) dan akan mengalihkannya ke siaran tv digital mulai April 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu seperti apa ciri TV digital dan perbedaannya dengan TV analog?

Ciri TV Digital

Meski memiliki embel-embel nama digital, namun tv digital tidak sama dengan tv kabel. Sebab TV kabel menerapkan biaya langganan. Selain itu, tv kabel harus menggunakan parabola untuk bisa menangkap siaran. Set top box yang digunakan tv kabel pun berbeda teknologi dengan set top box pada tv digital.

Sebagai catatan, set top box tv digital hanya digunakan sebagai perangkat tambahan untuk tv analog saja. Sementara pesawat tv yang sudah memiliki chip digital, tak perlu lagi ditambahkan set top box. Pesawat tv macam ini bisa otomatis menerima siaran tv digital.

TV digital juga tidak sama dengan layanan streaming video menggunakan smart TV yang membutuhkan koneksi internet. Meski demikian, smart tv biasanya sudah bisa  menerima siaran tv digital. Namun, untuk memastikan, perlu dicek apakah tersedia pilihan DTV saat melakukan pencarian saluran (channel) tv. 

Sebab, ciri utama TV Digital ialah memiliki sistem pemancar DVB-T/T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial generasi kedua) di dalamnya, yang merupakan pengembangan dari standar digital DVB-T yang merupakan generasi pertama.

Dengan adanya chip ini, maka pesawat televisi bisa menangkap dan menerjemahkan sinyal tv digital menjadi gambar dan suara di televisi.

Kehadiran chip DVB-T2 ini bisa diketahui dengan mudah dengan melihat spesifikasi pesawat TV, apakah memang sudah dilengkapi chip ini atau tidak. Sebab, banyak standar tv digital lain yang digunakan di dunia. Tapi, Indonesia menggunakan standarisasi DVB-T2.

Cara lain untuk mengetahui apakah pesawat tv sudah dilengkapi dengan chip tv digital adalah lewat fitur pencarian siaran.

Caranya:

  • Pilih Menu
  • Pilih Channel/ Saluran
  • Jika ada pilihan DTV berarti pesawat TV Anda bisa menerima sinyal siaran digital. Jika hanya ada pilihan ATV, berarti TV Anda masih analog.

Jika Anda memiliki TV analog, maka perlu ditambahkan set top box yang akan berfungsi sebagai "penerjemah" sinyal TV digital agar bisa ditayangkan di TV analog.

TV digital memiliki kualitas gambar dan suara yang lebih baik dibanding TV Analog dikarenakan pancaran sinyal digital relatif stabil dan tidak menurun.

Gambar pada siaran tv digital juga tidak akan bersemut atau berbintik jika sinyal yang diterima lemah.

Sebab, sinyal tv digital hanya mengenal kondisi diterima (1) atau tidak diterima (0) sinyal. Selama sinyal bisa diterima receiver, gambar dan suara konten siaran dapat dinikmati dengan jernih. Gambar dan suara tidak tampil sama sekali jika sinyal tak diterima.



Ciri TV Analog, Bedanya dari TV Digital

Berikut sejumlah cara untuk membedakan tv analog dari tv digital yang memiliki ciri khusus.(iStockphoto/simpson33)

Secara fisik, perbedaan utama TV analog adalah bentuknya yang bongsor. TV ini jamak disebut sebagai TV Tabung atau TV yang memiliki layar cembung.

Namun, TV analog tak selalu berlayar cembung. Sebab, ada juga televisi layar datar dengan panel LCD atau LED yang ternyata hanya bisa menerima siaran analog.

Lantas bagaimana membedakan TV layar datar yang masih analog dan sudah digital?

Cara termudah adalah dengan melakukan pencarian saluran televisi. Pada TV layar datar ketika memilih menu dan melakukan pencarian saluran, hanya akan muncul pilihan ATV saja.

Pada TV cembung, ketika melakukan pencarian saluran malah akan langsung ke menu pencarian saluran di frekuensi VHF atau UHF, tanpa menunjukkan tampilan ATV.

Kualitas gambar dan suara pada TV analog tak sebagus TV digital. Karena jika sinyal lemah, maka gambar dan suara akan makin terganggu kejernihannya.

Sebab, kualitas sinyal cenderung menurun ketika lokasi penerimaan semakin jauh dari titik transmisi sehingga menimbulkan noise atau 'bersemut'. Selain itu juga rentannya sinyal siaran analog terhadap gangguan cuaca.

Sehingga, untuk membuat TV analog bisa menerima siaran digital mesti dilengkapi dengan alat set top box tambahan.

[Gambas:Infografis CNN]

Tidak harus Beli TV Baru

Kominfo juga menyampaikan masyarakat tidak harus membeli TV baru untuk menikmati siaran TV digital. Masyarakat hanya perlu menambahkan perangkat converter (yang disebut set top box/STB) pada pesawat TV lama.

STB adalah alat bantu penerima siaran digital yang berfungsi mengkonversi dan mengkompresi sinyal digital sehingga dapat diterima pada pesawat TV analog.

Terkait dengan STB, ada berbagai jenis dijual di e-commerce. Harganya pun bervariasi tergantung dari fitur yang ditawarkan. Misalnya, Xtreamer BIEN 3 yang bisa menghadirkan berbagai siaran TV lokal dan beberapa siaran TV luar negeri.

Kemudian ada ZTE ZXV10 B760H yang bisa membuat TV biasa jadi smart TV. STB itu menggunakan sistem operasi Android 4.4 KitKat, prosesor quad-core ARMv7, dan sudah memiliki Google Play Store untuk instalasi aplikasi dan game.

Ada pula Huawei EC6108V9 yang mirip dengan dengan ZTE ZXV10 B760H. Bedanya, Huawei EC6108V9 memiliki RAM 2GB sehingga menawarkan performa lebih baik.

Beda Cara Kerja TV Digital dan Analog BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2 3