Geger Video LGBT di Iklan Youtube Anak-anak, Diblokir Kominfo
CNN Indonesia
Selasa, 14 Sep 2021 08:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kominfo menyatakan sudah memblokir video bernuansa LGBT yang muncul sebagai iklan di tayangan konten Youtube untuk anak-anak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Netizen dibikin geger akibat iklan bernuansa Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgander (LGBT) muncul di konten Youtube untuk program anak-anak di Indonesia yang kemudian diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Mereka pun geram dengan beredarnya konten bernuansa LGBT itu ke ruang visual untuk anak-anak. Hal itu disebut membahayakan, lantaran muncul di sela-sela video anak Coco Melon.
"Bahaya iklan ada di yutube di sela-sela video cocomelon.. Mana anak saya nonton ginian umur baru 5 tahun," tulis komentar seorang warganet di kolom komentar video yang ada di Youtube tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenkominfo pun lantas menyatakan telah memblokir video ini pada Senin (13/9) malam.
Beredar Iklan Bermuatan LGBT
Iklan Youtube bernuansa LGBT yang tayang di sela-sela program anak itu berasal dari unggahan akun sinduatiga yang berjudul 'Sindu-Aku Bukan Homo' Official Music Video.
Video itu diunggah 9 September 2021. Lirik video menceritakan apa yang dilakukan jika ia adalah seorang homo.
Pada video yang diunggah menampilkan animasi 3D yang isinya dua buah pisang yang sedang bernyanyi. Meskipun berjudul 'Aku Bukan Homo', namun lirik dalam video itu seolah mendeskripsikan hal-hal terkait homoseksual.
Tampilan animasi pun disesuaikan dengan visual yang dianggap menarik perhatian anak, yakni mengambil tokoh buah-buahan dengan beragam warna yang menarik. Ditambah lantunan latar lagu bergenre yang disesuaikan dengan kesukaan anak.
Lantas, beragam komentar membanjiri kolom komentar di akun iklan tersebut. Berdasarkan pantauan, komentar bernada protes sudah mulai dilayangkan sejakMinggu (13/9).
Akun Annisa Isnaeni Syamsi misalnya, ia memprotes iklan lagu LGBT ini yang muncul di sela lagu anak-anak yang ia saksikan bersama anaknya. Hal itu membuat Annisa khawatir lantaran lirik dari lantunan lagu berpotensi terekam di memori anak-anak.
"Tak sangka kebanyakan komen mendukung dan bilang keren. Gila loh ini muncul di iklan sela2 lagu anak. Untung anak belum bisa baca. Tapi dengar liriknya aja dh terekam di otak. Sungguh miris, kok bisa bisa nya?!" ujar Annisa.
CNNIndonesia.com telah menghubungi YouTube Indonesia pada Senin(13/9) pagi, namun hingga berita ini ditulis belum dapat pernyataan resmi.
Cuplikan video lagu terkait LGBT yang muncul sebagai iklan di konten Youtube anak-anak (dok. screenshot Youtube)
Kominfo Blokir Konten Video LGBT di YouTube Kids
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir akses konten iklan yang bernuansa LGBT di YouTube kids pada Senin(13/9). Keputusan itu dibuat berkenaan keluhan masyarakat atas tayangan bermuatan konten dewasa bisa muncul di iklan YouTube kids.
Menurut Dedy, sesuai amanat UU ITE dan ketentuan turunannya, para pengelola platform wajib memastikan platform yang dikelolanya bebas dari konten yang melanggar aturan perundangan.
Selain itu, Kominfo mengklaim terus mengawasi keseriusan para pengelola platform dalam mewujudkan Kelola platform yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
Dedy juga berharap agar masyarakat terus meningkatkan literasi digital agar internet dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang menunjang produktivitas.
Lebih lanjut, Dedy juga mengimbau jika ada masyarakat yang mendapati konten negatif bisa segera melapor melalui kanaladuankonten.idatau kanal lain yang Kominfo sediakan sebagai upaya menjaga keamanan ekosistem digital Indonesia.
MUI Minta YouTube Takedown Iklan LGBT
Wakil Ketua UmumMUI, Anwar Abbas meminta pihakYouTubemenurunkan atautake downvideo klip musik bernuansaLGBTyang muncul diiklanYouTube Kidsatau versi anak-anak di Indonesia.
Anwar mengatakan Majelis Ulama Indonesia(MUI) meminta dan mendesak pihak YouTube agar menghormati nilai-nilai dan norma-norma, serta hukum yang berlaku di RI, dengan men-take downkonten tersebut.
Anwar menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Anwar menilai Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang terkandung dalam Pancasila sudah menegaskan bahwa ajaran LGBT bertentangan dengan ideologi negara Indonesia.
Ia turut menegaskan bahwa tak ada satu agama yang diakui di Indonesia memperbolehkan praktik LGBT bagi umatnya.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut akan mendalami konten di platformYoutubeuntuk anak-anak tersebut. Menurutnya, jika video tersebut mengandung konten negatif seperti pornografi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) harus menurunkan video tersebut dari internet.
Komisioner Partisipasi Anak KPAI Jasra Putra mengatakan setiap anak memiliki hak mendapatkan Informasi Layak Anak (ILA) yang berguna untuk mengenali budaya dan kebutuhan tumbuh kembangnya.
Oleh karena itu, Jasra mengingatkan bahwa orangtua memiliki peran penting dan merupakan sosok pertama yang mendampingi anak-anak yang menggunakan gawai.
Jasra mengimbau orang tua untuk memberikan penjelasan kepada anaknya jika melihat konten seperti terorisme, perjudian, dan pornografi. Sehingga anak tidak terganggu tumbuh kembangnya.
Netizen dibikin geger akibat iklan bernuansa Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgander (LGBT) muncul di konten Youtube untuk program anak-anak di Indonesia yang kemudian diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Mereka pun geram dengan beredarnya konten bernuansa LGBT itu ke ruang visual untuk anak-anak. Hal itu disebut membahayakan, lantaran muncul di sela-sela video anak Coco Melon.
"Bahaya iklan ada di yutube di sela-sela video cocomelon.. Mana anak saya nonton ginian umur baru 5 tahun," tulis komentar seorang warganet di kolom komentar video yang ada di Youtube tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenkominfo pun lantas menyatakan telah memblokir video ini pada Senin (13/9) malam.
Beredar Iklan Bermuatan LGBT
Iklan Youtube bernuansa LGBT yang tayang di sela-sela program anak itu berasal dari unggahan akun sinduatiga yang berjudul 'Sindu-Aku Bukan Homo' Official Music Video.
Video itu diunggah 9 September 2021. Lirik video menceritakan apa yang dilakukan jika ia adalah seorang homo.
Pada video yang diunggah menampilkan animasi 3D yang isinya dua buah pisang yang sedang bernyanyi. Meskipun berjudul 'Aku Bukan Homo', namun lirik dalam video itu seolah mendeskripsikan hal-hal terkait homoseksual.
Tampilan animasi pun disesuaikan dengan visual yang dianggap menarik perhatian anak, yakni mengambil tokoh buah-buahan dengan beragam warna yang menarik. Ditambah lantunan latar lagu bergenre yang disesuaikan dengan kesukaan anak.
Lantas, beragam komentar membanjiri kolom komentar di akun iklan tersebut. Berdasarkan pantauan, komentar bernada protes sudah mulai dilayangkan sejakMinggu (13/9).
Akun Annisa Isnaeni Syamsi misalnya, ia memprotes iklan lagu LGBT ini yang muncul di sela lagu anak-anak yang ia saksikan bersama anaknya. Hal itu membuat Annisa khawatir lantaran lirik dari lantunan lagu berpotensi terekam di memori anak-anak.
"Tak sangka kebanyakan komen mendukung dan bilang keren. Gila loh ini muncul di iklan sela2 lagu anak. Untung anak belum bisa baca. Tapi dengar liriknya aja dh terekam di otak. Sungguh miris, kok bisa bisa nya?!" ujar Annisa.
CNNIndonesia.com telah menghubungi YouTube Indonesia pada Senin(13/9) pagi, namun hingga berita ini ditulis belum dapat pernyataan resmi.
Cuplikan video lagu terkait LGBT yang muncul sebagai iklan di konten Youtube anak-anak (dok. screenshot Youtube)
Kominfo Blokir Konten Video LGBT di YouTube Kids
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir akses konten iklan yang bernuansa LGBT di YouTube kids pada Senin(13/9). Keputusan itu dibuat berkenaan keluhan masyarakat atas tayangan bermuatan konten dewasa bisa muncul di iklan YouTube kids.
Menurut Dedy, sesuai amanat UU ITE dan ketentuan turunannya, para pengelola platform wajib memastikan platform yang dikelolanya bebas dari konten yang melanggar aturan perundangan.
Selain itu, Kominfo mengklaim terus mengawasi keseriusan para pengelola platform dalam mewujudkan Kelola platform yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
Dedy juga berharap agar masyarakat terus meningkatkan literasi digital agar internet dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang menunjang produktivitas.
Lebih lanjut, Dedy juga mengimbau jika ada masyarakat yang mendapati konten negatif bisa segera melapor melalui kanaladuankonten.idatau kanal lain yang Kominfo sediakan sebagai upaya menjaga keamanan ekosistem digital Indonesia.
MUI Minta Video Diturunkan, KPAI Akan Dalami Konten
Tampilan video terkait LGBT yang muncul di iklan Youtube untuk anak. (dok. screenshot Youtube)
MUI Minta YouTube Takedown Iklan LGBT
Wakil Ketua UmumMUI, Anwar Abbas meminta pihakYouTubemenurunkan atautake downvideo klip musik bernuansaLGBTyang muncul diiklanYouTube Kidsatau versi anak-anak di Indonesia.
Anwar mengatakan Majelis Ulama Indonesia(MUI) meminta dan mendesak pihak YouTube agar menghormati nilai-nilai dan norma-norma, serta hukum yang berlaku di RI, dengan men-take downkonten tersebut.
Anwar menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Anwar menilai Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang terkandung dalam Pancasila sudah menegaskan bahwa ajaran LGBT bertentangan dengan ideologi negara Indonesia.
Ia turut menegaskan bahwa tak ada satu agama yang diakui di Indonesia memperbolehkan praktik LGBT bagi umatnya.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut akan mendalami konten di platformYoutubeuntuk anak-anak tersebut. Menurutnya, jika video tersebut mengandung konten negatif seperti pornografi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) harus menurunkan video tersebut dari internet.
Komisioner Partisipasi Anak KPAI Jasra Putra mengatakan setiap anak memiliki hak mendapatkan Informasi Layak Anak (ILA) yang berguna untuk mengenali budaya dan kebutuhan tumbuh kembangnya.
Oleh karena itu, Jasra mengingatkan bahwa orangtua memiliki peran penting dan merupakan sosok pertama yang mendampingi anak-anak yang menggunakan gawai.
Jasra mengimbau orang tua untuk memberikan penjelasan kepada anaknya jika melihat konten seperti terorisme, perjudian, dan pornografi. Sehingga anak tidak terganggu tumbuh kembangnya.