Fakta Senjata Robot Dipakai Bunuh Ilmuwan Nuklir Iran

CNN Indonesia | Selasa, 21/09/2021 02:29 WIB
Senjata yang digunakan buat membunuh ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, disebut dikendalikan oleh robot sehingga tepat mengenai sasaran. Mobil ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, yang dibunuh diduga melalui operasi intelijen Israel. (AP/)
Jakarta, CNN Indonesia --

Senjata yang digunakan buat membunuh ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, pada November 2020 silam disebut merupakan sebuah senjata yang dikendalikan oleh robot atau kecerdasan buatan (AI).

Sampai saat ini Iran menuduh Badan Intelijen Israel, Mossad, berada di balik peristiwa itu.

Menurut laporan surat kabar The New York Times dan The Times of Israel, yang dilansir Senin (20/9), senjata yang digunakan buat membunuh Fakhrizadeh adalah modifikasi dari senapan mesin FN MAG buatan Belgia yang mampu menembakkan hingga 600 peluru dalam satu menit. Senapan itu disematkan pada sebuah robot canggih buat mengunci sasaran.


Senjata yang membunuh ahli nuklir Iran itu dilaporkan memiliki berat sekitar satu ton, dan diselundupkan ke negara itu dalam bagian-bagian kecil sebelum operasi dimulai.

Menurut laporan, senjata dengan kecerdasan buatan tersebut disimpan dalam sebuah mobil yang nampak terbengkalai di dekat lokasi penyerangan, dilengkapi kamera dan juga peledak untuk menghilangkan bukti setelah penyerangan.

Menurut hasil penyelidikan, kecerdasan buatan yang diprogram pada senjata itu bisa mengunci target dengan tepat meski sasaran berada dalam mobil yang berjalan.

Pengendali senjata itu diperkirakan berada di luar Iran, dan mengendalikan senjata itu dengan bantuan sinyal satelit.

Ketika Fakhrizadeh melintas di lokasi serangan, tim pengawal yang pergi terlebih dulu untuk memeriksa lokasi tujuan membuat sasaran terbuka.

Selanjutnya, senjata mutakhir itu memberondong mobil yang dikendarai Fakhrizadeh dengan tembakan yang diarahkan pada bagian bawah kaca depan.

Menurut laporan, setelah tembakan dilepaskan, Fakhrizadeh keluar dari mobilnya lalu berjongkok dekat pintu. Tidak lama berselang tiga peluru ditembakkan dari senjat itu dan menembus tulang punggung target membuat Fakhrizadeh tewas di tempat.

Serangan dengan senjata canggih itu dilaporkan tidak memerlukan keberadaan operator di lokasi, membutuhkan kurang dari satu menit, dan tidak melukai target selain Fakhrizadeh. Sebab, istri mendiang yang saat itu berada dalam satu mobil tidak terluka.

Israel diduga sudah menargetkan Fakhrizadeh sejak lama karena dianggap sebagai ilmuwan penting yang memimpin proyek nuklir Iran, yang disebut ditujukan buat membangun persenjataan.

(lnn/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK