Fakta Ngeri Pegasus, Aplikasi Mata-mata Buatan Israel

CNN Indonesia | Kamis, 29/07/2021 10:21 WIB
Pegasus merupakan produk spyware asal Israel yang mengerikan karena sangat canggih dan bisa memata-matai semua kegiatan pengguna ponsel. Ilustrasi. Pegasus merupakan produk spyware asal Israel yang mengerikan karena sangat canggih dan bisa memata-matai semua kegiatan pengguna ponsel. (Istockphoto/ Undefined)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sederet insiden peretasan lewat pesan singkat menimpa beberapa masyarakat dunia, mulai dari jurnalis, aktivis hingga tokoh dunia menggunakan spyware mata-mata mengerikan super canggih buatan perusahaan Israel, Pegasus.

Pegasus merupakan produk spyware yang didesain untuk memantau semua kegiatan pengguna ponsel, seperti SMS, email, data lokasi, riwayat browsing, panggilan telepon, dan lainnya. Pegasus biasanya digunakan pemerintah da badan intelijen untuk memantau target lewat perangkat ponsel pintar.

Pegasus, spyware super canggih

Pegasus merupakan produk spyware yang didesain untuk memantau semua kegiatan pengguna ponsel, seperti SMS, email, data lokasi, riwayat browsing, panggilan telepon, dan lainnya.


Kecanggihan lain spyware ini, bisa menghancurkan dirinya sendiri jika ternyata menginfeksi ponsel yang bukan milik korban yang disasar seperti dikemukakan analis keamanan siber John Snow dari Kaspersky Lab. Spyware Pegasus juga diklaim tidak bisa dilacak balik oleh siapa pun.

Selain bisa memantau SMS, email, data lokasi, riwayat browsing, panggilan telepon, software itu pun bisa digunakan untuk menyalin data, mengaktifkan kamera, dan menghidupkan mikrofon untuk menyadap pembicaraan tanpa diketahui korban.

Meretas Android, iOS, Whatsapp, iMessege

Spyware ini memanfaatkan celah keamanan yang ada di tingkatan sistem operasi (Android dan iOS) hingga aplikasi (Whatsapp atau aplikasi lain).

Spyware ini juga bisa menginfeksi melalui tautan yang dikirim lewat SMS atau email. Spyware juga bisa menyusup lewat Whatsapp. Meski demikian, Whatsapp menyebut telah menambal celah keamanan di aplikasi itu yang dieksploitasi oleh Pegasus.

Citizen Lab menyebut spyware itu canggih, karena dapat menginfeksi lewat iMessege tanpa pengguna harus melakukan apapun. Sebab, sebelumnya di Pegasus, infeksi dilakukan ketika pengguna membuka file video atau dokumen yang dikirim lewat Whatsapp.

Ponsel pengguna bakal terinfeksi hanya dengan mengirimkan pesan iMessege. Spyware itu lantas memerintahkan ponsel korban untuk mengunggah konten mereka di ponsel ke server yang terhubung dengan NSO Group.

Spyware ini dapat menyerang semua jenis perangkat gadget yang menjalankan sistem operasi iOS maupun Android.

Untuk menginfeksi perangkat Android, Pegasus memanfaatkan metode rooting atau Frameroot. Sementara di iOS, spyware ini menggunakan metode jailbreak atau proses menghilangkan batasan yang diberlakukan oleh Apple.

Dibuat perusahaan Israel

Spyware canggih ini dibuat perusahaan Israel, yang digawangi oleh Shalev Hulio, Omri Lavie, dan Niv Carmi. Dikutip situs resmi NSO, mereka mengembangkan teknologi mutakhir untuk mencegah terorisme dan kejahatan siber. perusahaan yang berkantor pusat di Tel Aviv, Israel ini juga mengembangkan alat intelijen siber khusus untuk pemerintah.

Bobol 1.400 pengguna Whatsapp di 45 negara

Layanan media sosial populer, Facebook mengakui bahwa celah keamanan aplikasi pesan instan WhatsApp bisa diretas melalui file video berformat MP4.

Selain dari kiriman file MP4, spyware ini juga bisa disusupi lewat WhatsApp dengan melakukan panggilan video. Pengguna bahkan tak perlu mengangkat panggilan video itu agar Pegasus bisa menginfeksi ponsel korban.

Namun, layanan pesan instan itu mengklaim telah menambahkan perlindungan baru dalam sistem untuk mencegah serangan dari spyware Pegasus.

Pada akhir 2019, Facebook Inc menggugat produsen Pegasus, NSO Group dengan tuduhan bahwa perusahaan Israel itu menggunakan malware untuk meretas ke dalam ponsel 1.400 orang di 45 negara dan melakukan pengawasan.

Software besutan NSO ini digunakan menargetkan pengacara, jurnalis, aktivis hak asasi manusia, pembangkang politik, diplomat, dan pejabat senior pemerintah asing lain.

Bunuh Wartawan Hingga Bongkar Skandal Jeff Bezos lewat Pegasus

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK