Populasi Koala Merosot Terdesak Karhutla dan Perambahan Lahan

CNN Indonesia | Selasa, 21/09/2021 07:59 WIB
Populasi koala di Australia terus menurun akibat perubahan lingkungan dipicu pembukaan lahan dan kebakaran hutan. Populasi koala di Australia terus menurun akibat perubahan lingkungan dipicu pembukaan lahan dan kebakaran hutan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Populasi hewan mamalia koala di Australia terus menurun akibat perubahan lingkungan dipicu pembukaan lahan dan kebakaran hutan.

Menurut perhitungan para peneliti, sekitar 30 persen populasi hewan ikonik itu lenyap hanya dalam tiga tahun belakangan.

Yayasan Koala Australia (AKF) mengatakan setiap wilayah di seluruh Australia mengalami penurunan populasi koala dan tidak terdapat tren pertumbuhan.


Menurut hasil kajian yang dirilis organisasi itu pada Senin (20/9) kemarin mengungkap terjadi penurunan populasi Koala dalam kurun 3 tahun belakangan, yaitu sekitar 41 persen di negara bagian New South Wales dan Wilayah Khusus Ibu Kota Negara (ACT), 37 persen di negara bagian Queensland, 31 persen di negara bagian Australia Selatan dan 16 persen di Victoria.

Populasi koala di Australia saat ini diperkirakan antara 32.065 hingga 57.920 ekor. Jumlah itu menurun dari 2018 yang diperkirakan mencapai 45.745 sampai 82.170 ekor.

Ketua AKF, Deborah Tabart, menganjurkan supaya seluruh pihak di Australia bertindak buat menghentikan pembukaan lahan di habitat utama koala. Dia berharap Menteri Lingkungan Hidup Australia, Sussan Ley, melanjutkan tugasnya melindungi habitat koala.

"Kebakaran hutan yang mengerikan pada 2019-2020 tentu saja berkontribusi. Namun, itu tentu bukan satu-satunya alasan kita melihat populasi koala menurun," kata Deborah dalam sebuah pernyataan.

Deborah mengatakan kegiatan pembukaan lahan juga menjadi faktor yang berdampak sangat mematikan bagi populasi koala. Menurut dia kegiatan pembukaan lahan buat pertanian, pembangunan perumahan dan pertambangan yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir berdampak sangat besar terhadap habitat dan populasi koala, terutama di New South Wales dan tenggara Queensland.

AKF kemudian melacak populasi Koala Habitat Atlas dan memperkirakan jumlah koala di masing-masing wilayah di 128 daerah di Negeri Kanguru yang menjadi habitat koala. Hasil prediksi itu menunjukkan koala punah di 47 wilayah di Australia dan hanya satu wilayah yang masih memiliki lebih dari 5 ribu populasi, yaitu di wilayah Mayo, Australia Selatan.

Dikutip dari The New Daily, beberapa daerah di Australia bahkan dilaporkan hanya mempunyai populasi koala yang bisa dihitung dengan jari, yakni antara lima hingga sepuluh ekor.

Deborah mengatakan pelestarian habitat dan populasi koala yang merupakan hewan endemik di Australia merupakan tanggung jawab setiap politikus pemerintah pusat dan daerah.

"Kami menyaksikan penurunan drastis populasi di pedalaman karena kekeringan, gelombang panas, dan kekurangan air untuk minum koala. Saya telah melihat beberapa lanskap yang terlihat seperti Bulan - dengan pohon-pohon mati dan sekarat di mana-mana," kata Deborah.

"Kami membutuhkan Undang-Undang Perlindungan Koala sekarang," ujar Deborah seperti dikutip Australian Geographic.

(can/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK