"Peristiwa ini adalah akibat perbuatan manusia. Kami berharap lembaga pelestarian bertindak tegas terhadap para pelaku," demikian isi pernyataan Departemen Lingkungan Victoria, seperti dilansir AFP, Senin (3/2).
Menurut mereka 80 koala yang berhasil diselamatkan dari wilayah bekas perkebunan di Portland. Sebagian dari mereka kelaparan dan luka, tetapi petugas memutuskan menyuntik mati beberapa ekor di antaranya akibat kondisi mereka sulit disembuhkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Asosiasi Hasil Hutan Australia mengklaim kontraktor yang membuka lahan tersebut pada November 2019 sudah bekerja sesuai panduan pemerintah. Yakni harus menyelamatkan satwa liar sebelum mereka merambah lahan dan menggusur pepohonan.
[Gambas:Video CNN]
"Belum jelas siapa yang merobohkan pohon sementara masih ada koala yang tinggal di sana, tetapi hal ini jelas yang melakukan bukan perusahaan perkebunan atau kehutanan," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Hasil Hutan Australia, Ross Hampton. (ayp/ayp)