BRIN Raih Penghargaan PBB Soal Aplikasi Nuklir Buat Pangan

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 00:46 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendapat penghargaan dari FAO dan IAEA dalam hal pemanfaatan nuklir dalam bidang pangan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendapat penghargaan dari FAO dan IAEA dalam hal pemanfaatan nuklir dalam bidang pangan. (Pixabay/ImageParty)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendapat penghargaan pencapaian luar biasa (outstanding achievement award) dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Badan Tenaga Atom Dunia (IAEA) dalam hal pemanfaatan nuklir di bidang pangan.

Penghargaan itu diberikan dalam rangkaian persidangan Konferensi Umum IAEA ke-65 di Kantor PBB Wina, Austria, Senin (20/9) lalu.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Darmansjah Djumala, mengatakan program penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) teknologi nuklir yang dirintis IAEA serta FAO memberikan manfaat nyata pada penguatan kapasitas peneliti Indonesia, termasuk aplikasi nuklir dalam bidang pangan.


Djumala mengatakan penghargaan itu menunjukkan Indonesia diakui dalam penguasaan teknologi nuklir untuk tujuan damai, serta menerapkannya buat mendukung program pembangunan nasional.

"Hasil Kerja sama internasional dengan negara anggota IAEA yang telah dicapai merupakan cerminan diplomasi membumi pemerintah Indonesia dalam bidang teknologi nuklir, yang mampu memberikan manfaat sosial ekonomi langsung kepada masyarakat melalui aplikasi dalam bidang pangan," kata Djumala dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (22/9).

Penghargaan ini diterima Indonesia atas capaian riset dan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) di bidang pemuliaan tanaman pangan.

Hingga saat ini, ORTN melalui teknologi nuklir telah menghasilkan 32 varietas padi, 12 varietas kedelai, tiga varietas sorgum, 1 varietas gandum, satu varietas kacang tanah, dan satu varietas pisang.

Dirjen IAEA, Rafael Mariano Grossi mengatakan, perubahan iklim yang melanda dunia saat ini menjadi tantangan bagi para peneliti untuk mengembangkan varietas tanaman unggul.

"Dunia saat ini dihadapkan pada tantangan serius, yaitu perubahan iklim dan ancaman terhadap ketahanan pangan," kata Rafael.

"Upaya mencari solusi bersama perlu terus dilakukan masyarakat global, diantaranya melalui pemanfaatan teknologi nuklir oleh para pakar nuklir di banyak negara yang mengembangkan varietas tanaman unggul baru," ujar Rafael.

Sementara itu Dirjen FAO, Qu Dongyu, mengatakan penghargaan ini merupakan kontribusi nyata teknologi nuklir terhadap ketahanan pangan global. FAO dan IAEA akan terus mendukung peningkatan kapasitas para peneliti bidang pangan dalam rangka mendukung keberlanjutan riset mutasi radiasi.

(mts/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK