Ahli Sebut Oposisi Serang Jokowi dengan Bot di Pilpres 2014

CNN Indonesia
Kamis, 30 Sep 2021 18:52 WIB
Analis media sosial, Ismail Fahmi, menyatakan Jokowi diserang oleh kelompok penentang menggunakan bot (akun palsu) di medsos pada Pilpres 2014. Analis media sosial, Ismail Fahmi, menyatakan Jokowi diserang oleh kelompok penentang menggunakan bot (akun palsu) di medsos pada Pilpres 2014. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Analis media sosial sekaligus pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, menyebut pada 2014 oposisi atau pihak yang kontra dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jumlahnya sangat sedikit. Alhasil pihak yang berseberangan menggunakan bot atau akun palsu untuk menyerang Jokowi di media sosial.

"Saking enggak ada pendukungnya yang kontra dengan Jokowi membuat bot," kata Ismail dalam webinar yang diadakan oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah, Kamis (30/9).

Ismail menyatakan itu saat memaparkan analisis jejaring sosial di media sosial. Analisis itu adalah sebuah citra yang menunjukkan aktivitas percakapan di media sosial yang berkaitan dengan kata kunci tertentu.


Pada 2014 Joko Widodo tengah menjadi sorotan karena saat itu dia baru dua tahun menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dan merupakan salah satu calon presiden.

"Yang saya ambil adalah di Twitter untuk topik tertentu, misalnya ini topiknya adalah Joko Widodo. Kenapa? Karena pada 2014 pak Jokowi lagi rame. Semua percakapan tentang beliau itu menarik. Pro dan kontra tertangkap dengan nama beliau saja," kata Ismail

Lebih lanjut Ismail menyebut pada 2014 Jokowi merupakan sosok idaman bagi media. Pada data yang dia presentasikan hampir semua media mendukung dan menyukai Jokowi. Sementara pihak yang kontra sangat sedikit.

Karena netizen dan media yang pro terhadap Jokowi mendominasi, pihak yang kontra pun membuat bot untuk menyebarkan konten negatif atau berseberangan dengan Jokowi.

Pihak yang kontra membuat bot dengan tujuan menyebarkan konten yang mereka buat sendiri sehingga konten ataupun tagar yang mereka buat semakin berlipat ganda dan menjadi trending.

"Dia membuat pasukan robot yang isinya mungkin ada delapan [akun] kemudian di-retweet di antara mereka sendiri, ngerumpi, yang penting tagarnya saja muncul," ujar Ismail.

Ismail mengatakan di media sosial, khususnya Twitter, nama Jokowi tak luput dari perbincangan netizen. Dia mengatakan ada polarisasi di kalangan netizen dan media massa, sebagian mendukung dan sebagian di sisi yang berlawanan.

Meski demikian, menurut Ismail pihak yang mendukung lebih banyak dibandingkan dengan yang kontra.

(mrh/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER