BSSN Perkuat PeduliLindungi, Integrasi 11 Aplikasi Menyusul

CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 20:12 WIB
BSSN menyatakan masih fokus penguatan PeduliLindungi sebagai sistem penanggulangan pandemi Covid-19 ketimbang integrasi 11 aplikasi. BSSN menyatakan masih fokus penguatan PeduliLindungi sebagai sistem penanggulangan pandemi Covid-19 ketimbang integrasi 11 aplikasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Sandi dan Siber Nasional (BSSN) menyatakan sampai saat ini mereka masih fokus dalam penguatan aplikasi PeduliLindungi sebagai sistem penanggulangan pandemi Covid-19.

"Saat ini kami masih fokus dalam memperkuat aplikasi PeduliLindungi sebagai bagian dari sistem informasi penanggulangan pandemi Covid19. Untuk hal-hal yg lain, akan dilakukan kemudian," tulis Juru Bicara BSSN, Anton Setiawan kepada CNNindonesia.com melalui pesan teks, Selasa (28/9).

Pernyataan Anton disampaikan terkait rencana integrasi aplikasi PeduliLindungi dengan 11 aplikasi milik swasta untuk memberi masyarakat akses ke fitur-fitur PeduliLindungi, tanpa perlu mengunduh aplikasi tersebut.


Proses integrasi ini dikhawatirkan berdampak pada keamanan data aplikasi PeduliLindungi.

Berdasarkan penjelasan Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji, yang diinformasikan kembali oleh pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, ada sebelas aplikasi bisa mengakses fitur PeduliLindungi.

Aplikasi-aplikasi tersebut adalah Gojek, Grab, Tokopedia, Tiket.com, DANA, Livin' by Mandiri, Traveloka, Cinema XXI, LinkAja!, GOERS, dan JAKI.

Rencana integrasi aplikasi ini disebut sebagai langkah untuk menjawab keluhan masyarakat yang tidak bisa memasang PeduliLindungi di pada telepon seluler.

"Nah ini menjawab tadi kalau ada orang punya handphone terus aplikasi enggak mau instal PeduliLindungi, nah bisa menggunakan ini," ujar Setiaji.

Setiaji mengatakan sebelum melakukan integrasi, pihaknya telah meneken pakta integritas. Ia juga menekankan aplikasi-aplikasi tersebut nantinya tidak akan menyimpan data dari PeduliLindungi.

Apabila terjadi pelanggaran, hal tersebut akan ditindaklanjuti.

"Jadi dapat dipastikan, secara sistem, bahwa mereka tidak menyimpan datanya, kalaupun menyimpan hanya token yang tidak dibaca ini nama siapa, individu siapa gitu," kata Setiaji.

"Secara regulasi kita atur di dalam pakta integritas juga," tambahnya.

Untuk skema integrasi aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi lain, Setiaji menjelaskan pada dasarnya aplikasi-aplikasi itu tidak akan menerima keseluruhan data pribadi milik pengguna yang ada di PeduliLindungi.

Lebih lanjut Setiaji menjelaskan jika terdapat kebocoran data pada aplikasi yang sudah terintegrasi dengan PeduliLindungi maka pihaknya akan memutus API yang telah terhubung pada platform yang bersangkutan.

(lnn/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK