Gara-gara 'Squid Game', Provider asal Korea Gugat Netflix

CNN Indonesia
Minggu, 03 Oct 2021 09:20 WIB
Perusahaan provider asal Korea Selatan, SK Broadband, menggugat Netflix akibat tingginya traffic yang dihasilkan dari popularitas serial Squid Game. Perusahaan provider asal Korea Selatan, SK Broadband, menggugat Netflix akibat tingginya traffic yang dihasilkan dari popularitas serial Squid Game. (Arsip Netflix via Twitter @netflixkr)
Jakarta, CNN Indonesia --

Provider asal Korea Selatan, SK Broadband, menggugat Netflix akibat keramaian yang dipicu oleh pemutaran Squid Game. Mereka meminta Netflix untuk membayar penggunaan traffic seiring meningkatkan popularitas film seri besutan sutradara Hwang Dong-hyuk tersebut.

Melansir Reuters, langkah tersebut dilakukan setelah pengadilan Seoul mengatakan Netflix harus 'secara wajar' memberikan imbalan berupa pembayaran ISP atas jaringan yang digunakan.

Beberapa anggota parlemen Korea Selatan juga sebelumnya menentang penyedia konten streaming seperti Netflix yang tidak membayar biaya penggunaan jaringan meski memiliki traffic yang tinggi.


Netflix mengatakan akan meninjau klaim SK Broadband. Netflix juga mengaku akan mencoba berdialog dengan SK Broadband untuk memastikan para pelanggan tidak terpengaruh.

Popularitas Squid Game mempertegas status Netflix sebagai penghasil traffic data terbesar kedua di Korea Selatan setelah YouTube. Meski demikian, keduanya tidak membayar biaya penggunaan jaringan. Sementara penyedia konten lain seperti Amazon, Apple, dan Facebook rutin membayar.

Traffic Netflix yang ditangani SK melonjak 24 kali lipat dari Mei 2018. Lonjakan ini dipengaruhi serial populer di Korea, seperti Squid Game.

Sebelumnya, pada tahun lalu Netflix telah mengajukan gugatan soal kewajibannya membayar SK untuk penggunaan jaringan. Netflix merasa hanya berkewajiban membuat konten dan membiarkannya dapat diakses, tanpa harus membayar.

Namun, Netflix kalah pada pengadilan tersebut. SK dipandang telah menyediakan layanan berbiaya, sehingga Netflix harus memberikan bayaran sebagai imbalan atas layanan tersebut.

SK memperkirakan biaya penggunaan jaringan yang harus dibayar Netflix adalah sekitar 27,2 miliar won (Rp326,7 miliar) pada tahun 2020.

(mrh/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER