Fakta La Nina, Badai Penyebab Angin Kencang dan Banjir di RI

CNN Indonesia
Senin, 18 Oct 2021 19:14 WIB
Sejumlah fakta terkait fenomena badai La Nina yang perlu diwaspadai. Ilustrasi badai La Nina. (Foto: AFP/MARK FELIX)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi badai La Nina akan memasuki Indonesia mulai November 2021 hingga Februari 2022.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan untuk menghadapi fenomena tersebut yang biasanya dibarengi dengan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang dan badai tropis.

"Kita harus segera bersiap untuk menghadapi adanya atau datangnya La Nina seperti tahun lalu. Yaitu La Nina menjelang akhir tahun ini yang diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga moderat atau sedang seperti tahun lalu setidaknya hingga Februari 2022," kata Dwikorita dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual pada Senin (18/10).


Terdapat sejumlah fakta terkait fenomena tersebut yang perlu diwaspadai. Berikut rangkumannya:

Apa itu badai La Nina?

La Nina merupakan fenomena cuaca ekstrem yang ditandai dengan tingginya curah hujan. La Nina berasal dari bahasa Spanyol, yang berarti 'Gadis Kecil'. La nina terjadi karena temperatur permukaan laut selatan dan laut Pasifik di sekitar utara Australia, New Guinea, dan kepulauan Indonesia.

Dwikorita mengatakan fenomena tersebut disebabkan oleh perbedaan Suhu Muka Laut (SML) antara Samudra Pasifik bagian tengah, di bagian tropis tengah timur dengan wilayah perairan Indonesia.

"Jadi dengan kata lain, Indonesia lebih hangat dan di sana lebih dingin sehingga terjadi anomaly atau perbedaan, secara teori apabila perbedaan itu mencapai hingga minus 0,5 maka itu dinyatakan sebagai ambang batas terjadinya La Nina," kata Dwikorita.

Meningkatkan curah hujan

Badai La Nina berdampak pada meningkatnya curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia dengan intensitas tinggi seperti awal 2020 lalu yang menyebabkan banjir besar di Jakarta dan sekitarnya.

BMKG mengatakan La Nina ini terjadi di periode awal musim hujan Indonesia. Alhasil, La Nina bisa meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah.

Dampak La Nina terhadap curah hujan di Indonesia tidak seragam, baik secara spasial maupun temporal, bergantung pada musim atau bulan, wilayah, dan kekuatan La Nina sendiri.

Menurut Dwikorita, La Nina menimbulkan terjadinya massa udara basah atau pasokan udara dari Samudra Pasifik menuju Indonesia yang mengakibatkan terjadinya peningkatan curah hujan karena meningkatkan pembentukan awan hujan dengan tambahan massa udara basah tersebut.

Sederet Fakta Badai La Nina

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER