Situs Pribadi Donald Trump Diretas, Tampilkan Video Erdogan

mrh | CNN Indonesia
Selasa, 19 Oct 2021 18:10 WIB
Hacker asal Turki meretas situs pribadi milik presiden ke-45 Donald Trump. Hacker asal Turki meretas situs pribadi milik presiden ke-45 Donald Trump. (Foto: AP/Alex Brandon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Situs resmi presiden ke-45 AS, Donald Trump diretas oleh seorang hacker asal Turki pada Senin (18/10) waktu setempat. Hacker menyematkan video YouTube Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke salah satu halaman situs tersebut.

Pengunjung ke subdomain situs web Trump disambut dengan pesan "Janganlah seperti orang yang melupakan Allah, maka Allah membuat mereka melupakan diri mereka sendiri,".

Di situs juga disisipkan tautan ke video Erdogan yang terlihat sedang mendiskusikan ayat-ayat dari Al-Qur'an.


Hacker yang menggunakan moniker "RootAyyildiz." mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap peretasan situs web milik Trump tersebut.

Dilansir dari Gizmodo, peretas mengatakan bahwa mereka telah menyusup ke halaman menggunakan Server Side Template Injection, atau SSTI, semacam eksploitasi yang memungkinkan eksekusi kode jarak jauh.

"Ada banyak area serangan peretasan, misalnya, peretasan akun media sosial atau situs web, saya seorang peretas dan saya telah bekerja di situs web untuk waktu yang lama," kata hacker itu dalam pesan Facebook.

Peretasan tersebut tampaknya menjadi jenis peretasan yang dikenal sebagai defacement, di mana penyerang mendapatkan akses ke situs web dan menggantinya dengan konten mereka sendiri.

Peretasan ini tidak canggih dan tidak melibatkan akses ke sistem komputer sensitif organisasi, seperti dilansir dari CNN.

Hacker Turki yang sama tampaknya juga mengklaim bertanggung jawab atas perusakan situs web kampanye Joe Biden pada akhir November, beberapa minggu setelah Biden dinyatakan sebagai Presiden terpilih.

Badan intelijen AS menggambarkan insiden tersebut dalam laporan Maret 2021 sebagai salah satu dari beberapa upaya hacktivist yang gagal untuk mempengaruhi atau ikut campur dalam pemilihan AS 2020.

peretasan situs web Trump terjadi di tengah gelombang hacktivisme yang lebih besar, atau pelanggaran komputer yang dimaksudkan untuk tujuan politik atau sosial.

Situs web milik mantan presiden AS ke 45 itu sendiri diluncurkan oleh Trump pada Mei lalu. Pada saat itu Trump telah tersingkirkan dari dari hampir seluruh media sosial utama seperti Twitter, Facebook dan Instagram.

Akibatnya, Trump mencari corong dan ingin membuat platformnya sendiri supaya ia dapat memiliki kemampuan untuk memposting apa pun.

Namun, setelah situs tersebut diluncurkan dan gagal mendapatkan perhatian nyata pada skala yang ia harapkan, Trump diam-diam menghentikan operasi editorial aktif.

Situs tersebut pada dasarnya adalah cangkang kampanye yang dilubangi untuk dirinya yang tidak lagi terlibat aktif dalam politik.

(mrh/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER