Fenomena La Nina di RI: Sebab, Efek, Daerah Terdampak

CNN Indonesia
Kamis, 21 Oct 2021 13:12 WIB
BMKG menjelaskan soal fenomena La Nina yang menerjang Indonesia akhir 2021 hingga 2022 baik penyebab, efek, hingga daerah terdampak. Ilustrasi. (REUTERS/STRINGER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab, efek, cuaca ekstrem, hingga daerah yang terdampak La Nina di Indonesia hingga Februari 2022.

Ada beberapa daerah yang berpotensi terdampak, menghasilkan banjir hingga bencana hidrometeorologi lain.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan Indonesia harus segera bersiap menghadapi badai La Nina, yang diprediksi bergulir pada November 2021 hingga Februari 2022.Dia mengatakan menjelang akhir tahun ini, La Nina diprediksi akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga moderat atau sedang seperti tahun lalu, setidaknya hingga Februari 2022.


"La Nina menjelang akhir tahun ini yang diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga moderat atau sedang seperti tahun lalu setidaknya hingga Februari 2022," kata Dwikorita dalam acara virtual, Senin (18/10).

Dwikorita menjelaskan fenomena La Nina tahun ini diprediksikan memiliki dampak yang relatif sama dengan tahun lalu. Diikuti dengan berbagai bencana hidrometeorologi secara sporadis di berbagai wilayah yang terdampak.

Bencana hidrometeorologi yang disebut Dwikorita meliputi potensi bencana banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, hingga terjadinya badai tropis.

Berdasarkan monitoring terhadap suhu permukaan laut di Samudra Pasifik di bagian tengah dan timur menunjukkan, saat ini telah terjadi anomali suhu muka air laut. Nilai anomali tersebut dibandingkan antara samudera pasifik bagian tengah dan timur dengan wilayah perairan Indonesia. Arti dan Faktor Penyebab Terjadi La Nina. 



Penyebab La Nina?

La Nina merupakan fenomena cuaca ekstrem yang ditandai dengan tingginya curah hujan. Naman La Nina berasal dari bahasa Spanyol yang artinya 'Gadis Kecil'.

Dwikorita mengatakan fenomena tersebut disebabkan oleh perbedaan Suhu Muka Laut (SML) antara Samudra Pasifik bagian tengah, di bagian tropis tengah timur dengan wilayah perairan Indonesia.

"Jadi dengan kata lain, Indonesia lebih hangat dan di sana lebih dingin sehingga terjadi anomaly atau perbedaan, secara teori apabila perbedaan itu mencapai hingga minus 0,5 maka itu dinyatakan sebagai ambang batas terjadinya La Nina," kata Dwikorita.

Dampak La Nina

Dampak La Nina terhadap curah hujan di Indonesia tidak seragam, baik secara spasial maupun temporal, bergantung pada musim atau bulan, wilayah, dan kekuatan La Nina sendiri. BMKG mengatakan La Nina ini terjadi di periode awal musim hujan Indonesia.

Alhasil, La Nina bisa meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah. La Nina umumnya didahului oleh penumpukan air laut yang mengalami penurunan temperatur. Arah angin yang bertiup ke timur dan disertai ombak laut membantu perpindahan air laut itu ke permukaan, melalui proses yang kompleks.

Wilayah Terdampak La Nina

Wilayah terdampak La NinaDwikorita mengatakan berdasarkan kejadian La Nina pada 2020, hasil kajian BMKG menunjukkan curah hujan mengalami peningkatan pada November, Desember, Januari di beberapa wilayah sebagai berikut:

  • Sumatera bagian selatan,
  • Jawa,
  • Bali,
  • Nusa Tenggara Barat,
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan bagian selatan, dan
  • Sulawesi bagian selatan.
(can/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER