Bukan Gelombang Panas, BMKG Jelaskan Sebab Suhu Tinggi di RI

eks | CNN Indonesia
Senin, 18 Oct 2021 08:38 WIB
BMKG menjelaskan sejumlah penyebab suhu tinggi belakangan di sejumlah wilayah Indonesia bukan akibat gelombang panas. BMKG menjelaskan sejumlah penyebab suhu tinggi belakangan di sejumlah wilayah Indonesia bukan akibat gelombang panas. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab suhu panas belakangan di sejumlah wilayah Indonesia bukan akibat gelombang panas.

Melainkan imbas posisi Matahari yang pada Oktober tepat di atas sejumlah wilayah Indonesia mulai Jawa, Bali, hingga NTT sertap pengaurh siklon tropis Kompasu.

Hal ini disampaikan menanggapi beredar pesan berantai yang beredar diberbagai platform media sosial, dan whatsapp bahwa Indonesia tengah dilanda gelombang panas.


Disebutkan suhu pada siang hari bisa mencapai 40 derajat Celcius, sehingga warga dianjurkan untuk menghindari minum es atau air dingin.

"Berita yang beredar ini tentu tidak tepat dan tidak benar (hoax), karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas," jelas Plt. Deputi Bidang Klimatologi Urip Haryoko lewat laman resmi BMKG.

Lebih lanjut, Urip menjelaskan peristiwa gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi.

Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

Penyebab suhu panas

Urip menjelaskan suhu maksimum yang meningkat di sejumlah wilayah Indonedsia dalam beberapa hari ini dapat disebabkan oleh dua hal yaitu imbas Matahari tepat di atas sejumlah wilayah RI dan tutupan awan yang lebih sedikit pengaruh dari siklon tropis Kompasu.

Soal Matahari yang tepat di atas Jawa, Bali, NTB dan NTT ini disebabkan oleh gerak semu tahunan Matahari. Sebab, pada September hingga April, posisi semu Matahari tengah dalam perjalannya menuju posisi 23 lintang selatan. Hal ini menyebabkan musim dingin di belahan Bumi utara dan musim panas di belahan Bumi selatan. Sementara di Indonesia pergerakan ini menyebabkan musim hujan.

"Setelah meninggalkan ekuator. Posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi 2 kali yaitu di bulan September/Oktober dan Februari/Maret, sehingga puncak suhu maksimum terasa di wilayah Jawa hingga NTT terjadi di seputar bulan-bulan tersebut," jelas Urip.

Suhu Panas Pengaruh Siklon Kompasu dan Penjelasan BMKG Gelombang Panas Tak Terjadi di Indonesia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER