Sistem penggerak roda kendaraandidesain untuk kebutuhan pengendaraan. Paling banyak digunakan adalah penggerak roda depan (FWD/Front Wheel Drive) dan belakang (RWD/Rear Wheel Drive) , ini berbeda dengan sistem 4WD dan All Wheel Drive (AWD).
Untuk penggerak roda depan dan belakang jelas ada perbedaan dari sisi mekanikal dan jumlah komponen yang berujung pada impresi berkendara. Kedua sistem ini juga memiliki keunggulan dan kekurangan yang bisa mendapat toleransi oleh penggunanya.
Contoh mobil FWD adalah Xpander, Ertiga, Mobili, CR-V, Mazda CX5. Sementara RWD ada Avanza, Xenia, Rush, Terios, Innova, Fortuner, Suzuki Carry, Jimny.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut plus dan minum penggerak roda depan dan belakang:
Penggerak roda depan
Sistem penggerak roda depan banyak dipakai oleh kendaraan kompak atau perkotaan. Tenaga dari mesin akan disalurkan melalui kedua roda depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem ini memiliki keunggulan terbesar dalam hal efisiensi lantaran posisi mesin, girboks dan as roda searah dan semuanya berada di depan. Respons mesin tersalurkan dengan lebih optimal dan membuat konsumsi bensin lebih irit lantaran tenaga tidak banyak tereduksi mengingat komponen penggeraknya lebih sedikit.
Karena konstruksinya lebih ringkas dan kompak, maka bobot keseluruhan mesin hingga as roda dapat dipangkas supaya lebih ringan. Selain itu, posisi mesin pada penggerak roda depan umumnya melintang (tranverse) yang memberi dampak ruang mesin dapat didesain lebih kompak guna membuat kabin lebih lega.
Dengan dimensi yang sama dengan mobil RWD, kabin mobil FWD bakal lebih luas dan nyaman. Tidak adanya poros penerus tenaga ke as roda belakang atau kerap disebut as kopel membuat lantai kabin rata dan lebih senyap karena minim vibrasi.
Meski demikian, sistem penggerak roda depan tetap memiliki kekurangan. Pertama adalah beban kerja area kaki-kaki depan mulai dari roda, kemudi, hingga suspensi lebih berat lantaran tugasnya sebagai penggerak sekaligus kemudi, termasuk menahan beban mobil ketika pengereman.
Kondisi tersebut berpengaruh pada usia pakai beberapa komponen penggerak roda depan, terutama as roda yang mudah termakan usia. Perkara pengendalian, mobil penggerak roda depan lebih cenderung understeer alias tidak mau berbelok karena bobot mobil bertumpu di depan.
Lainnya adalah tantangan menanjak, di mana bobot kendaraan berpindah ke as roda belakang sehingga ban depan sulit mendapatkan traksi optimal.
Plus minus penggerak roda belakang baca ke halaman selanjutnya --->>>
Sistem penggerak roda belakang atau disingkat RWD sudah dipakai lebih dahulu ketimbang FWD. Mobil RWD memanfaatkan roda belakang untuk menyalurkan tenaga dari mesin, sementara roda depan murni hanya untuk mengarahkan dan mengendalikan mobil.
Terdapat poros penerus atau drive shaft (as kopel) yang diletakkan antara transmisi dan as roda belakang untuk menyalurkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin mobil.
Kelebihan RWD adalah distribusi bobot lantaran posisi mesin di depan, girboks dan as kopel di tengah dan differensial (gardan) di belakang. Karena distribusi bobot yang lebih ideal ini, penggerak roda belakang memiliki pengendalian yang lebih baik namun cenderung oversteer.
Karena fungsi roda depan hanya untuk kemudi dan roda belakang untuk penggerak, beban kerja masing-masing roda dapat terdistribusi lebih optimal sehingga usia pakai komponen suspensi, kemudi, rem, dan penggerak dapat lebih panjang.
Mobil dengan penggerak roda belakang juga lebih andal melahap tanjakan karena roda penggerak di belakang membuat ban tidak mudah kehilangan traksi akibat pindahnya bobot mobil ke belakang.
Di balik keunggulannya, mobil RWD memiliki beberapa kekurangan. Seperti efisiensi penyaluran tenaga berkurang akibat terdapatnya kerugian mekanis, di mana tenaga akan disalurkan via komponen ekstra seperti as kopel sebelum ke gardan belakang.
Umumnya mesin RWD menganut tata letak longitudinal atau membujur sehingga membutuhkan ruang mesin lebih besar dan mengorbankan area kabin. Ditambah, lantai kabin akan disesaki dengan terowongan untuk transmisi dan as kopel yang mengurangi teritori interior dan menambah kebisingan mengutip keterangan resmi Auto2000.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sistem penggerak roda kendaraandidesain untuk kebutuhan pengendaraan. Paling banyak digunakan adalah penggerak roda depan (FWD/Front Wheel Drive) dan belakang (RWD/Rear Wheel Drive) , ini berbeda dengan sistem 4WD dan All Wheel Drive (AWD).
Untuk penggerak roda depan dan belakang jelas ada perbedaan dari sisi mekanikal dan jumlah komponen yang berujung pada impresi berkendara. Kedua sistem ini juga memiliki keunggulan dan kekurangan yang bisa mendapat toleransi oleh penggunanya.
Contoh mobil FWD adalah Xpander, Ertiga, Mobili, CR-V, Mazda CX5. Sementara RWD ada Avanza, Xenia, Rush, Terios, Innova, Fortuner, Suzuki Carry, Jimny.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut plus dan minum penggerak roda depan dan belakang:
Penggerak roda depan
Sistem penggerak roda depan banyak dipakai oleh kendaraan kompak atau perkotaan. Tenaga dari mesin akan disalurkan melalui kedua roda depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem ini memiliki keunggulan terbesar dalam hal efisiensi lantaran posisi mesin, girboks dan as roda searah dan semuanya berada di depan. Respons mesin tersalurkan dengan lebih optimal dan membuat konsumsi bensin lebih irit lantaran tenaga tidak banyak tereduksi mengingat komponen penggeraknya lebih sedikit.
Karena konstruksinya lebih ringkas dan kompak, maka bobot keseluruhan mesin hingga as roda dapat dipangkas supaya lebih ringan. Selain itu, posisi mesin pada penggerak roda depan umumnya melintang (tranverse) yang memberi dampak ruang mesin dapat didesain lebih kompak guna membuat kabin lebih lega.
Dengan dimensi yang sama dengan mobil RWD, kabin mobil FWD bakal lebih luas dan nyaman. Tidak adanya poros penerus tenaga ke as roda belakang atau kerap disebut as kopel membuat lantai kabin rata dan lebih senyap karena minim vibrasi.
Meski demikian, sistem penggerak roda depan tetap memiliki kekurangan. Pertama adalah beban kerja area kaki-kaki depan mulai dari roda, kemudi, hingga suspensi lebih berat lantaran tugasnya sebagai penggerak sekaligus kemudi, termasuk menahan beban mobil ketika pengereman.
Kondisi tersebut berpengaruh pada usia pakai beberapa komponen penggerak roda depan, terutama as roda yang mudah termakan usia. Perkara pengendalian, mobil penggerak roda depan lebih cenderung understeer alias tidak mau berbelok karena bobot mobil bertumpu di depan.
Lainnya adalah tantangan menanjak, di mana bobot kendaraan berpindah ke as roda belakang sehingga ban depan sulit mendapatkan traksi optimal.
Plus minus penggerak roda belakang baca ke halaman selanjutnya --->>>
Penggerak roda belakang
Avanza gunakan gerak roda belakang. (Foto: Dok. Toyota-Astra Motor)
Sistem penggerak roda belakang atau disingkat RWD sudah dipakai lebih dahulu ketimbang FWD. Mobil RWD memanfaatkan roda belakang untuk menyalurkan tenaga dari mesin, sementara roda depan murni hanya untuk mengarahkan dan mengendalikan mobil.
Terdapat poros penerus atau drive shaft (as kopel) yang diletakkan antara transmisi dan as roda belakang untuk menyalurkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin mobil.
Kelebihan RWD adalah distribusi bobot lantaran posisi mesin di depan, girboks dan as kopel di tengah dan differensial (gardan) di belakang. Karena distribusi bobot yang lebih ideal ini, penggerak roda belakang memiliki pengendalian yang lebih baik namun cenderung oversteer.
Karena fungsi roda depan hanya untuk kemudi dan roda belakang untuk penggerak, beban kerja masing-masing roda dapat terdistribusi lebih optimal sehingga usia pakai komponen suspensi, kemudi, rem, dan penggerak dapat lebih panjang.
Mobil dengan penggerak roda belakang juga lebih andal melahap tanjakan karena roda penggerak di belakang membuat ban tidak mudah kehilangan traksi akibat pindahnya bobot mobil ke belakang.
Di balik keunggulannya, mobil RWD memiliki beberapa kekurangan. Seperti efisiensi penyaluran tenaga berkurang akibat terdapatnya kerugian mekanis, di mana tenaga akan disalurkan via komponen ekstra seperti as kopel sebelum ke gardan belakang.
Umumnya mesin RWD menganut tata letak longitudinal atau membujur sehingga membutuhkan ruang mesin lebih besar dan mengorbankan area kabin. Ditambah, lantai kabin akan disesaki dengan terowongan untuk transmisi dan as kopel yang mengurangi teritori interior dan menambah kebisingan mengutip keterangan resmi Auto2000.