Simpanse Savana Disebut 'Role Model' Teori Evolusi Manusia

ttf | CNN Indonesia
Minggu, 24 Oct 2021 12:50 WIB
Cara simpanse Savana bertahan hidup disebut sebagai gambaran bagaimana teori evolusi manusia dikaji. Cara simpanse Savana bertahan hidup disebut sebagai gambaran bagaimana teori evolusi manusia dikaji. (Foto: iStockphoto/DeepGreen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Simpanse Savana disebut sebagai contoh model untuk memahami teori bagaimana manusia berevolusi.

Seorang Profesor Serra Hunter dari Fakultas Psikologi Universitas Barcelona, Adriana Hernández melakukan penelitian secara bersama-sama dengan tim ahli primata internasional.

Tim meninjau perilaku dan ekologi simpanse savana untuk memahami bagaimana kera ini beradaptasi dengan lingkungan dan kondisi ekstrem.


Sebagian besar kera besar seperti bonobo, simpanse, gorila dan orangutan membutuhkan ekosistem hutan yang rimbun seperti di Afrika atau Asia Tenggara.

Kecuali beberapa kelompok simpanse yang hidup di Savana, habitat yang bercirikan suhu tinggi dan curah hujan musiman yang sangat rendah.

Menurut para peneliti, kondisi lingkungan di tempat-tempat ini akan mengarah pada jenis perilaku dan respons fisiologis tertentu pada simpanse ini.

Seperti misalnya beristirahat di gua atau menggali untuk mendapatkan air, prilaku yang tidak diamati pada simpanse lain yang hidup di kawasan berhutan, di mana mereka tidak menghadapi kondisi lingkungan yang ekstrem.

"Studi tentang simpanse savana dan apa yang kami sebut efek savana lanskap memiliki implikasi penting untuk merekonstruksi perilaku hominis pertama yang hidup di habitat yang sama."

"Oleh karena itu, ini membantu kami untuk lebih memahami evolusi kita sendiri," ujar Hernández dalam jurnal Evolutionary Anthropology, bersama dengan Stacy Lindshield, dari University of Purdue (Amerika Serikat) seperti dilansir Science Daily.

Simpanse (Pan troglodytes) Savana dianggap sebagai kerabat hidup evolusioner yang paling dekat dengan manusia. Mereka berbagi 98,7 persen DNA dengan manusia dan memiliki nenek moyang yang sama yang hidup antara 4,5 dan 6 juta tahun yang lalu.

Terlepas dari kedekatan tersebut, simpanse savana tidak memiliki beberapa sifat biologis dan budaya yang dimiliki manusia untuk beradaptasi dengan panas yang ekstrem.

Simpanse savana diketahui tidak memiliki banyak kelenjar keringat ekrin, mereka relatif kurang rambut dan tidak memiliki kemampuan untuk membuat artefak seperti wadah air dan topi matahari untuk mengurangi dehidrasi dari sengatan sinar matahari.

Simpanse yang hidup di savana secara taksonomi atau kategori tidak dapat dibedakan dari simpanse lain di satu spesies.

Atas alasan tersebut, perbandingan perilaku, morfologi, dan ekologi dengan simpanse yang hidup di lanskap yang lebih berhutan memberikan informasi kunci untuk hipotesis bagaimana manusia purba mungkin telah beradaptasi jutaan tahun yang lalu, sementara hutan Afrika sedang surut dan digantikan savana.

"Kami tahu bahwa hominin awal beradaptasi dengan lingkungan Savana yang mirip dengan yang ditempati oleh simpanse saat ini. Para peneliti berpikir bahwa kondisi savana menyebabkan adaptasi pada nenek moyang kita, seperti ekspansi otak atau toleransi terhadap suhu tinggi," kata Hernández yang juga Co Direktur penelitian di Jane Goodall Institute Spanyol.

"Oleh karena itu, memahami bagaimana kerabat terdekat kita secara genetik beradaptasi dengan lingkungan kering, panas, musiman dan terbuka sangat mirip dengan tempat tinggal hominin awal, membantu kami membuat model bagaimana nenek moyang kita mungkin telah beradaptasi dan bagaimana ciri-cirinya mendefinisikan kita sebagai manusia mungkin telah muncul saat itu," lanjutnya.

Cara Simpanse Savana bertahan hidup di halaman berikutnya..

Cara Simpanse Savana Bertahan Lintas Iklim

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER