Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) rilis aplikasi penyunting ejaan bahasa Indonesia secara daring, Sipebi. Kini masyarakat bisa mendeteksi ejaan terbaru yang sudah dimutakhirkan.
Kabar adanya aplikasi penyunting otomatis ini disiarkan oleh salah satu warganet lewat Twitter. Warganet dengan akun @reventhewriter mengatakan platform itu layaknya aplikasi pouler Grammarly.
"Mencoba "Grammarly" untuk bahasa Indonesia (SIPEBI). Terima kasih @Kemdikbud_RI," ujar @reventhewriter, Sabtu (30/10).
Grammarly sendiri merupakan perusahaan teknologi berbasis di Amerika Serikat. Perusahaan tersebut mengembangkan aplikasi yang dapat memeriksa tulisan dalam artikel atau makalah berbahasa Inggris.
CNNIndonesia.com mencoba menjajal Sipebi, pada Selasa (2/11) sore. Aplikasi Sipebi dapat diunduh gratis, dan dapat dioperasikan menggunakan Windows 10.
Dalam keterangan tertulis di halaman tersebut, Sipebi dapat dipakai di Windows 10 1607, minimal update pada Juli 2016. Namun apabila pengguna di bawah windows tersebut ingin menginstal bisa menggunakan NET Framework 4.6.2.
"Sipebi untuk Windows Operating System (OS) dijalankan menggunakan .NET Framework 4.6.2 yang datang bersamaan dengan Windows 10 1607, yaitu Windows 10 edisi keluaran Juli 2016 ke atas. Jika Anda hendak menjalankan Sipebi pada Windows OS sebelum edisi tersebut (Windows 7, Windows 8, Windows 8.1, dsb.), silakan menginstal .NET Framework 4.6.2 pada komputer Anda terlebih dahulu," bunyi keterangan tersebut.
Aplikasi mudah diinstall
Pada uji coba instal aplikasi Sipebi, pengguna tak banyak diberikan perintah yang rumit. Aplikasi terbilang mudah diinstal apabila sudah mengunduh komponen yang disediakan di link yang sudah tertera.
Apabila sudah diunduh, pengguna dapat memilih item aplikasi yang berukuran 3.914 KB. Lalu sematkan (install) pada PC Anda.
Pengguna dapat langsung menggunakan Sipebi di PC, dengan mencari item aplikasi pada desktop atau di menu Windows.
Simak perbedaan dengan Grammarly di halaman berikutnya..
Perbedaan dengan Grammarly
Sepintas produk besutan Kemendikbud ini seperti Grammarly. Namun ada beberapa hal yang tak tersedia pada komposisi ejaan yang hendak diverifikasi kebenarannya.
Aplikasi Grammarly terlihat menyediakan informasi apabila pengguna memasukkan struktur penulisan yang salah. Dijelaskan pula mengapa susunan tulisan itu diperbaiki.
Namun di aplikasi Sipebi kami tak menjumpai penjelasan terhadap koreksi. Sipebi hanya sebatas memperbaiki kata yang salah dalam penulisan, namun tak memperbaiki kasus dalam tata bahasa.
Misalnya, dalam Grammarly kami coba menulis kalimat 'i has ballons'. Secara otomatis aplikasi memperbaiki struktur yang kurang tepat dalam penulisan bahasa Inggris.
Aplikasi itu mendeteksi bahwa 'has' yang digunakan seharusnya diganti menjadi 'have'. Grammerly menjelaskan alasan mengapa teknologinya secara otomatis mengganti 'has' menjadi 'have'.
Mungkin developer Sipebi baru membuat aplikasi itu sebagai wadah untuk memperbaiki struktur kata. Belum bisa memperbaiki kasus dalam tata bahasa.
Kami mencoba menuliskan sepenggal kalimat untuk mengecek apakah Sipebi bisa berjalan dengan baik atau tidak. Namun hasilnya Sipebi masih belum mendeteksi mana kata yang seharusnya berawalan kapital atau tidak.
"Kemaren pergi ke sebuah kedai kopi di jakarta barat bersama teman-teman," bunyi tulisan yang belum diperbaiki.
"Kemarin pergi ke sebuah kedai kopi di jakarta barat bersama teman-teman," bunyi tulisan yang sudah diperbaiki Sipebi.
Dengan contoh di atas, Sipebi bisa memperbaiki kata 'Kemaren" menjadi 'Kemarin'. Namun penulisan Jakarta Barat mungkin kini belum terdeteksi dalam sistem yang dibangun.
Itulah ulasan aplikasi Sipebi yang dikembangkan oleh Kemendikbud. Meski masih harus ada perbaruan dalam sistem, aplikasi itu terbilang dapat membantu para penulis untuk mengecek apakah tulisan sudah sesuai ejaan yang benar atau belum.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) rilis aplikasi penyunting ejaan bahasa Indonesia secara daring, Sipebi. Kini masyarakat bisa mendeteksi ejaan terbaru yang sudah dimutakhirkan.
Kabar adanya aplikasi penyunting otomatis ini disiarkan oleh salah satu warganet lewat Twitter. Warganet dengan akun @reventhewriter mengatakan platform itu layaknya aplikasi pouler Grammarly.
"Mencoba "Grammarly" untuk bahasa Indonesia (SIPEBI). Terima kasih @Kemdikbud_RI," ujar @reventhewriter, Sabtu (30/10).
Grammarly sendiri merupakan perusahaan teknologi berbasis di Amerika Serikat. Perusahaan tersebut mengembangkan aplikasi yang dapat memeriksa tulisan dalam artikel atau makalah berbahasa Inggris.
CNNIndonesia.com mencoba menjajal Sipebi, pada Selasa (2/11) sore. Aplikasi Sipebi dapat diunduh gratis, dan dapat dioperasikan menggunakan Windows 10.
Dalam keterangan tertulis di halaman tersebut, Sipebi dapat dipakai di Windows 10 1607, minimal update pada Juli 2016. Namun apabila pengguna di bawah windows tersebut ingin menginstal bisa menggunakan NET Framework 4.6.2.
"Sipebi untuk Windows Operating System (OS) dijalankan menggunakan .NET Framework 4.6.2 yang datang bersamaan dengan Windows 10 1607, yaitu Windows 10 edisi keluaran Juli 2016 ke atas. Jika Anda hendak menjalankan Sipebi pada Windows OS sebelum edisi tersebut (Windows 7, Windows 8, Windows 8.1, dsb.), silakan menginstal .NET Framework 4.6.2 pada komputer Anda terlebih dahulu," bunyi keterangan tersebut.
Aplikasi mudah diinstall
Pada uji coba instal aplikasi Sipebi, pengguna tak banyak diberikan perintah yang rumit. Aplikasi terbilang mudah diinstal apabila sudah mengunduh komponen yang disediakan di link yang sudah tertera.
Apabila sudah diunduh, pengguna dapat memilih item aplikasi yang berukuran 3.914 KB. Lalu sematkan (install) pada PC Anda.
Pengguna dapat langsung menggunakan Sipebi di PC, dengan mencari item aplikasi pada desktop atau di menu Windows.
Simak perbedaan dengan Grammarly di halaman berikutnya..
Berbeda Fitur dengan Grammarly
Foto: iStockphoto/alexsl
Perbedaan dengan Grammarly
Sepintas produk besutan Kemendikbud ini seperti Grammarly. Namun ada beberapa hal yang tak tersedia pada komposisi ejaan yang hendak diverifikasi kebenarannya.
Aplikasi Grammarly terlihat menyediakan informasi apabila pengguna memasukkan struktur penulisan yang salah. Dijelaskan pula mengapa susunan tulisan itu diperbaiki.
Namun di aplikasi Sipebi kami tak menjumpai penjelasan terhadap koreksi. Sipebi hanya sebatas memperbaiki kata yang salah dalam penulisan, namun tak memperbaiki kasus dalam tata bahasa.
Misalnya, dalam Grammarly kami coba menulis kalimat 'i has ballons'. Secara otomatis aplikasi memperbaiki struktur yang kurang tepat dalam penulisan bahasa Inggris.
Aplikasi itu mendeteksi bahwa 'has' yang digunakan seharusnya diganti menjadi 'have'. Grammerly menjelaskan alasan mengapa teknologinya secara otomatis mengganti 'has' menjadi 'have'.
Mungkin developer Sipebi baru membuat aplikasi itu sebagai wadah untuk memperbaiki struktur kata. Belum bisa memperbaiki kasus dalam tata bahasa.
Kami mencoba menuliskan sepenggal kalimat untuk mengecek apakah Sipebi bisa berjalan dengan baik atau tidak. Namun hasilnya Sipebi masih belum mendeteksi mana kata yang seharusnya berawalan kapital atau tidak.
"Kemaren pergi ke sebuah kedai kopi di jakarta barat bersama teman-teman," bunyi tulisan yang belum diperbaiki.
"Kemarin pergi ke sebuah kedai kopi di jakarta barat bersama teman-teman," bunyi tulisan yang sudah diperbaiki Sipebi.
Dengan contoh di atas, Sipebi bisa memperbaiki kata 'Kemaren" menjadi 'Kemarin'. Namun penulisan Jakarta Barat mungkin kini belum terdeteksi dalam sistem yang dibangun.
Itulah ulasan aplikasi Sipebi yang dikembangkan oleh Kemendikbud. Meski masih harus ada perbaruan dalam sistem, aplikasi itu terbilang dapat membantu para penulis untuk mengecek apakah tulisan sudah sesuai ejaan yang benar atau belum.