Dianggap Dukung Deforestasi, Menteri LHK Siti Nurbaya Diprotes Netizen
CNN Indonesia
Kamis, 04 Nov 2021 11:05 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Menteri LHK Siti Nurbaya dibanjiri protes netizen terkait pernyataan bahwa pembangunan tak bisa dihentikan atas nama deforestasi dan emisi karbon. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, menyatakan pembangunan besar-besaran di era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon ataupun deforestasi. Hal tersebut pun menuai kritikan dari netizen di jagat Twitter.
Siti menyatakan hal tersebut saat dirinya memenuhi undangan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Universitas Glasgow, Skotlandia, Selasa (2/11). Ia juga menuliskan kembali pernyataanya di akun Twitter pribadinya @SitiNurbayaLHK, Rabu (3/11).
"Pembangunan besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi," tulis Siti.
Padahal sebelumnya, Indonesia dan 104 negara yang hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB soal Perubahan Iklim COP26 sepakat untuk menghentikan deforestasi pada 2030 dan mulai menjaga hutan. Kesepakatan ini tertuang dalam 'Deklarasi Pemimpin Glasgow tentang Hutan dan Penggunaan Lahan.'
Sehingga, pernyataan Siti Nurbaya tersebut pun menuai beragam komentar dari netizen di jagat Twitter. Tidak sedikit netizen yang mengkritik pernyataan siti dengan jabatannya sebagai Menteri LHK.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada Kamis (4/11) pukul 09.30 WIB, Siti Nurbaya dan Menteri Lingkungan Hidup menjadi trending di Twitter dengan masing memiliki jumlah tweet 1,364 dan 4,252.
Salah satu netizen dengan nama akun @radityariann menulis bahwa semangat Siti tidak sesuai dengan posisi yang dijabatnya.
"Ini menteri lingkungan hidup kenapa spiritnya malah pembangunan dan deforestasi?? Kebalik sama tugas pokoknya yang mengusung keberlangsungan lingkungan hidup dan hutan," tulisnya.
Senada, netizen dengan nama akun @bangnoenoe juga menyebut bahwa Menteri LHK memiliki tugas untuk menjaga lingkungan bukan sebaliknya.
"Bu Menteri Lingkungan Hidup ini tugasnya kan mengatur biar lingkungan termasuk hutan Indonesia tetap terjaga. Kok malah pro pembangunan. Keliatan banget ada tendensi dan cari sesuatu," tulisnya.
Selain itu, netizen lain juga mengkritik bahwa sebaiknya Siti sebagai Menteri LHK lebih banyak melihat dari perspektif pelestarian lingkungan dan upaya untuk mendorong pelaku ekonomi yang lebih sadar dengan bahaya perubahan iklim.
"Sebagai Menteri LHK, harusnya ibu lebih banyak melihat dari perspektif upaya pelestarian lingkungan dan bagaimana upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong para pelaku ekonomi merubah mindset mereka sehingga lebih aware bahwa isu climate change ini sudah sangat urgent untuk diatasi dengan segera!" tulis netizen dengan nama akun @3chtelieb3.
Lebih lanjut, netizen lain juga guyon bahwa saat ini sudah bukan lagi zaman Siti Nurbaya, Siti Nurbaya yang ia maksud adalah salah satu tokoh dalam kisah yang ditulis oleh Marah Rusli dengan latar kisah perjodohan. Menurutnya sebagai Menteri LHK, Situ harus lebih sadar dengan fungsinya.
"Anu, bu, maaf, sekarang sudah bukan jaman Siti Nurbaya. Tolong sadar fungsi, ibu itu menteri lingkungan hidup, bukan menteri lingkungan mati. Minimal jangan bikin tambah kederlah. Terima kasih," tulis netizen dengan nama akun @denismalhotra.
Meski demikian ada juga netizen yang berkomentar bahwa sebaiknya tweet dari Siti yang dinilai kontroversial harus dibaca secara utuh karena ada beberapa pandangan dari Siti yang dapat diterima.
"Untuk memahami tweet kontroversial Ibu Siti Nurbaya Bakar memang harus baca keseluruhan threadnya secara utuh. Pas bagian ini ada benarnya, selama porsi deforestasi dijaga di batas minimum untuk keperluan infrastruktur ya masuk akal kalo kita emang gak bisa zero deforestation," tulis netizen dengn nama akun @zicostian.
Pandangan Siti yang dimaksud netizen tersebut adalah terkait Siti yang menolak penggunaan terminologi deforestasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada di Indonesia. Ia mencontohkan, di Eropa sebatang pohon ditebang di belakang rumah, itu mungkin masuk dalam kategori deforestasi.
Sebelumnya, Siti Nurbaya mengaitkan alasan Indonesia masih melakukan deforestasi dengan pembangunan jalan warga di daerah daerah yang terisolir.
Siti memberi contoh, di Kalimantan dan Sumatera. Di sana, kata dia, masih banyak jalan yang terputus karena hutan rimba. Ia menyebut terdapat lebih dari 34 ribu desa yang berada di kawasan hutan.
Dengan kondisi tersebut, Siti menilai, deforestasi harus tetap dilakukan agar warga tetap punya akses jalan.
''Kalau konsepnya tidak ada deforestasi, berarti tidak boleh ada jalan, lalu bagaimana dengan masyarakatnya, apakah mereka harus terisolasi? Sementara negara harus benar-benar hadir di tengah rakyatnya,'' kata Siti.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, menyatakan pembangunan besar-besaran di era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon ataupun deforestasi. Hal tersebut pun menuai kritikan dari netizen di jagat Twitter.
Siti menyatakan hal tersebut saat dirinya memenuhi undangan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Universitas Glasgow, Skotlandia, Selasa (2/11). Ia juga menuliskan kembali pernyataanya di akun Twitter pribadinya @SitiNurbayaLHK, Rabu (3/11).
"Pembangunan besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi," tulis Siti.
Padahal sebelumnya, Indonesia dan 104 negara yang hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB soal Perubahan Iklim COP26 sepakat untuk menghentikan deforestasi pada 2030 dan mulai menjaga hutan. Kesepakatan ini tertuang dalam 'Deklarasi Pemimpin Glasgow tentang Hutan dan Penggunaan Lahan.'
Sehingga, pernyataan Siti Nurbaya tersebut pun menuai beragam komentar dari netizen di jagat Twitter. Tidak sedikit netizen yang mengkritik pernyataan siti dengan jabatannya sebagai Menteri LHK.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada Kamis (4/11) pukul 09.30 WIB, Siti Nurbaya dan Menteri Lingkungan Hidup menjadi trending di Twitter dengan masing memiliki jumlah tweet 1,364 dan 4,252.
Salah satu netizen dengan nama akun @radityariann menulis bahwa semangat Siti tidak sesuai dengan posisi yang dijabatnya.
"Ini menteri lingkungan hidup kenapa spiritnya malah pembangunan dan deforestasi?? Kebalik sama tugas pokoknya yang mengusung keberlangsungan lingkungan hidup dan hutan," tulisnya.
Senada, netizen dengan nama akun @bangnoenoe juga menyebut bahwa Menteri LHK memiliki tugas untuk menjaga lingkungan bukan sebaliknya.
"Bu Menteri Lingkungan Hidup ini tugasnya kan mengatur biar lingkungan termasuk hutan Indonesia tetap terjaga. Kok malah pro pembangunan. Keliatan banget ada tendensi dan cari sesuatu," tulisnya.
Selain itu, netizen lain juga mengkritik bahwa sebaiknya Siti sebagai Menteri LHK lebih banyak melihat dari perspektif pelestarian lingkungan dan upaya untuk mendorong pelaku ekonomi yang lebih sadar dengan bahaya perubahan iklim.
"Sebagai Menteri LHK, harusnya ibu lebih banyak melihat dari perspektif upaya pelestarian lingkungan dan bagaimana upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong para pelaku ekonomi merubah mindset mereka sehingga lebih aware bahwa isu climate change ini sudah sangat urgent untuk diatasi dengan segera!" tulis netizen dengan nama akun @3chtelieb3.
Cuitan Kocak hingga Ajakan Menelaah Ulang Cuitan Menteri LHK
Menteri LHK Siti Nurbaya dibanjiri protes netizen terkait pernyataan bahwa pembangunan tak bisa dihentikan atas nama deforestasi dan emisi karbon. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Lebih lanjut, netizen lain juga guyon bahwa saat ini sudah bukan lagi zaman Siti Nurbaya, Siti Nurbaya yang ia maksud adalah salah satu tokoh dalam kisah yang ditulis oleh Marah Rusli dengan latar kisah perjodohan. Menurutnya sebagai Menteri LHK, Situ harus lebih sadar dengan fungsinya.
"Anu, bu, maaf, sekarang sudah bukan jaman Siti Nurbaya. Tolong sadar fungsi, ibu itu menteri lingkungan hidup, bukan menteri lingkungan mati. Minimal jangan bikin tambah kederlah. Terima kasih," tulis netizen dengan nama akun @denismalhotra.
Meski demikian ada juga netizen yang berkomentar bahwa sebaiknya tweet dari Siti yang dinilai kontroversial harus dibaca secara utuh karena ada beberapa pandangan dari Siti yang dapat diterima.
"Untuk memahami tweet kontroversial Ibu Siti Nurbaya Bakar memang harus baca keseluruhan threadnya secara utuh. Pas bagian ini ada benarnya, selama porsi deforestasi dijaga di batas minimum untuk keperluan infrastruktur ya masuk akal kalo kita emang gak bisa zero deforestation," tulis netizen dengn nama akun @zicostian.
Pandangan Siti yang dimaksud netizen tersebut adalah terkait Siti yang menolak penggunaan terminologi deforestasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada di Indonesia. Ia mencontohkan, di Eropa sebatang pohon ditebang di belakang rumah, itu mungkin masuk dalam kategori deforestasi.
Sebelumnya, Siti Nurbaya mengaitkan alasan Indonesia masih melakukan deforestasi dengan pembangunan jalan warga di daerah daerah yang terisolir.
Siti memberi contoh, di Kalimantan dan Sumatera. Di sana, kata dia, masih banyak jalan yang terputus karena hutan rimba. Ia menyebut terdapat lebih dari 34 ribu desa yang berada di kawasan hutan.
Dengan kondisi tersebut, Siti menilai, deforestasi harus tetap dilakukan agar warga tetap punya akses jalan.
''Kalau konsepnya tidak ada deforestasi, berarti tidak boleh ada jalan, lalu bagaimana dengan masyarakatnya, apakah mereka harus terisolasi? Sementara negara harus benar-benar hadir di tengah rakyatnya,'' kata Siti.