Jakarta, CNN Indonesia --
Api misterius diduga berusia 6.000 tahun menyala di sebuah taman nasional di Australia, yang dikenal sebagai 'Burning Mountain'.
Bara api tersebut berada di bawah Gunung Wingen di wilayah New South Wales, Australia. Lokasinya jauh dari pemukiman warga. Nama Wingen diambil dari bahasa masyarakat Wanaruah yang tinggal di wilayah tersebut, yang artinya 'api'.
Beberapa ilmuwan memperkirakan usia api jauh lebih tua daripada yang diduga saat ini. Ahli menduga api bawah tanah ini muncul dari lapisan batu bara dan hampir mustahil untuk dipadamkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada yang tahu ukuran api di bawah Burning Mountain, Anda hanya bisa menyimpulkannya," kata Guillermo Rein, seorang profesor ilmu api di Imperial College London, kepada ScienceAlert.
Ia memprediksi kemungkinan ada bola api berdiameter sekitar 5 hingga 10 meter, mencapai suhu 1.000 derajat celcius.
Rein mengunjungi Burning Mountain pada 2014. Lokasi itu sudah ada dalam daftar lokasi untuk penelitian.
Tidak seperti api biasa, api tersebut berasal dari nyala bara api di bawah tanah yang membara, "bukan api yang seperti kobaran yang muncul di permukaan."
Api di Gunung Wingen itu menyala sekitar 30 meter di bawah tanah, dan bergerak melebar ke arah selatan titik api dengan kecepatan sekitar 1 meter per tahun.
Para ahli menemukan bukti keberadaan api saat ini melalui asap abu dan putih, tanah yang hangat saat disentuh, bebatuan yang berubah warna menjadi kuning dan merah, dan bau belerang yang terpancar seperti api di bagian tanah dan tidak ada kehidupan di sekitarnya.
"Dari lokasi api menyala tepat di depannya Anda akan melihat hutan eukaliptus yang indah. Ini adalah hutan yang berbeda, api telah membentuk lanskap," ujar Rein.
Penyebab kebakaran belum diketahui baca ke halaman kedua --->>>
Banyak kebakaran pada lahan batu bara, seperti yang terjadi di India, China, dan Amerika Serikat disebabkan oleh campur tangan manusia. Sementara penyebab nyala api di Burning Mountain belum diketahui.
Hingga kini tidak ada yang yakin apa yang menjadi pemicu kebakaran.
Awal api diketahui dan terdokumentasi pada 1828, ketika seorang buruh tani setempat menyatakan bahwa dia telah menemukan sebuah gunung berapi di wilayah Gunung Wingen.
Setahun kemudian pada tahun 1829, ahli geologi Pendeta CPN Wilton menyimpulkan bahwa gunung dengan nyala api itu bersumber dari lapisan batu bara.
Pengukuran pada saat itu menunjukkan bahwa jalur api berada sekitar 6,5 kilometer, yang menunjukkan bahwa api telah menyala setidaknya selama 6.000 tahun. Tapi selain itu, hampir tidak ada penelitian resmi yang dilakukan di daerah tersebut.
Situs ini selanjutnya dianggap keramat oleh sejumlah penjaga tradisional masyarakat Wanaruah. Menurut masyarakat setempat api bersumber dari air mata seorang janda. Ada pula dikisahkan api berasal dari obor seorang pejuang di bawah gunung.
Namun menurut Rein muasal api merupakan proses alamiah. Ia menduga api muncul dipicu sambaran petir, dikutip Prestigious Scholarships.
"Anda tidak dapat mengesampingkan gangguan antropogenik, tetapi kemungkinan besar itu adalah penyebab alami. Itu bisa jadi kebakaran hutan dari sambaran petir yang memicu [terbentuknya]singkapan. Atau bisa juga pengapian yang memanas sendiri," kata Rein.
Studi menunjukkan bahwa titik pemanasan untuk batubara dapat berkisar dari hanya 35 hingga 140 derajat Celcius. Para peneliti telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa api bisa saja menyala lebih lama.
"Bukan hanya berusia 6.000 tahun. Itu sebenarnya bisa berusia ratusan ribu tahun," ungkap Rein.
Perlu dicatat bahwa bukti ini tidak dipublikasikan dan masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.