Pakar Sebut Butuh Tiga Tahun Hingga 5G Mulai Optimal di RI

CNN Indonesia
Minggu, 09 Jan 2022 14:17 WIB
Pakar sebut penggunaan 5G secara luas di Indonesia baru akan dimulai pada tahun ketiga. (iStockphoto/Dilok Klaisataporn).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar teknologi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi menyebut bahwa penggunaan 5G secara luas di Indonesia baru akan dimulai pada tahun ketiga.

"Biasanya penggunaan secara luas, mulai di tahun ke-3. mulai take off itu," kata Heru kepada CNNIndonesia.com melalui pesan teks.

Indonesia sendiri baru kedatangan teknologi jaringan generasi kelima ini tak sampai satu tahun ke belakang.



Teknologi dihadirkan pertama kali oleh operator seluler plat merah Telkomsel Mei 2021 lalu, dan kemudian disusul oleh Indosat dan XL Axiata beberapa bulan kemudian.

"Saat ini karena baru pengenal di 2021, 5G baru sebatas perkenalan," ujar Heru.

"Di 2022 kita harapkan jaringan 5G kian diperluas, sehingga makin banyak pengguna dan luas coverage nya," tambahnya.

Namun selain jaringan yang diperluas, Heru juga mengatakan perlunya kehadiran perangkat yang lebih murah agar nantinya teknologi ini bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

"Namun, selain jaringan, pelru didukung dengan ponselnya juga yang harganya kian murah sehingga bisa banyak dibeli masyarakat," jelas Heru.


"Kalau harga ponsel masih mahal, memang agak berat. kecuali operator menjual bundling dengan subsidi layanan," imbuhnya.

Selain perangkat, kehadiran ekosistem yang menggunakan jaringan 5G juga akan membantu pemanfaatan teknologi ini jadi semakin maksimal.

"Hal lainnya, ini juga akan tergantung ekosistem, yang harusnya juga dikembangkan seperti IoT, smart city, AI dan lainnya. Ekosistem harus dikedepankan untuk dibangun bersama agar menjadi killer services," kata Heru.

Meski demikian, Heru menyebut bahwa layanan utama yang mendapatkan manfaat 5G adalah layanan video dan game.

"Diprediksi layanan data berkecepatan tinggi masih akan jadi unggulan 5G utamanya mendukung video on demand dan sharing video serta gim," pungkasnya.


Pemerintah dan operator selular kini bersama-sama membangun fasilitas dan infrastruktur layanan 5G di Indonesia.

Beberapa waktu lalu Kominfo membeberkan bahwa terdapat beberapa kendala dalam visi percepatan 5G di Tanah Air, salah satunya ketersediaan frekuensi radio.

"Ketersediaan infrastruktur pasif, infrastruktur aktif, dan spektrum frekuensi radio menjadi beberapa dari tantangan yang dihadapi dalam pembangunan dan perluasan layanan jaringan 5G," ujar Dedy kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dedy mengatakan pihaknya mendorong peningkatan pembangunan infrastruktur pasif, seperti menara (tower), dan gorong-gorong (ducting).

Selain itu pihaknya juga dikatakan mendorong penyediaan infrastruktur aktif seperti perangkat Base Transceiver Station (BTS) atau Microwave Link dan pembangunan kabel Fiber Optic.

(lnn/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER