Mobil Nasional Vietnam Invasi AS, Bangun Pabrik Baterai

CNN Indonesia
Kamis, 06 Jan 2022 19:31 WIB
Dengan strategi ini VinFast diprediksi akan bersaing dengan Tesla dan General Motors (GM) yang namanya sudah menempati hati konsumen di AS. Mobil nasional Vietnam VinsFast. (Foto: AFP/PATRICK T. FALLON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan mobil nasional Vietnam, VinFast berencana membangun pabrik baterai kendaraan listrik di kompleks manufaktur Amerika Serikat (AS). Pabrikan juga berkomitmen untuk menyetop produksi mobil konvensional mulai tahun ini.

Le Thi Thu Thuy, wakil ketua Vingroup dan CEO VinFast Global mengatakan dalam sebuah pernyataan pihaknya berencana untuk menjadi perusahaan otomotif pertama yang berhenti membuat mobil konvensional dan beralih ke sepenuhnya berbasis listrik mulai akhir 2022.

Dengan strategi ini VinFast diprediksi akan bersaing dengan Tesla dan General Motors (GM) yang namanya sudah menempati hati konsumen di AS.


"Kami akan membangun gigafactory di AS juga," kata Le Thi Thu Thuy, wakil ketua Vingroup dan CEO VinFast Global, mengutip Reuters, Kamis (6/1).

Thuy mengatakan VinFast awalnya akan merakit baterai mobil listrik. Ia juga bilang bila pabriknya nanti akan memproduksi bus bertenaga listrik.

Thuy mengklaim akan memproduksi 100 ribu paket baterai per tahun, dengan investasi US$174 juta setara Rp2,5 triliun, dan kemudian meningkatkan kapasitas menjadi satu juta.

Sebelumnya perusahaan mengklaim memiliki rencana mulai memproduksi mobil listrik di AS pada akhir 2024.

Perusahaan kemudian mengatakan bahwa pada hari Kamis sedang berusaha mendirikan pabrik EV di Jerman.

"Era pengiriman mobil di seluruh dunia sudah berakhir, terutama sejak Covid-19. Anda harus memiliki pabrik yang dekat dengan pasar untuk memenangkan pertarungan di industri ini," tulis VinFast dalam sebuah pernyataan.

VinFast saat ini telah menjual sport utility vehicle (SUV) VF8 yang dijual mulai dari US$41 ribu di Amerika Serikat. Sebagai perbandingan, SUV Tesla (TLSA.O) dijual sekitar US$50 ribu.

Sementara itu Vingroup mengatakan pihaknya menargetkan penjualan kendaraan listrik global sebesar 42 ribu pada 2022.

Saham Vingroup lantas naik sebanyak 5,8 persen pada hari inu setelah mengungkap jajaran EV. Perusahaan juga kini sedang mengincar pencatatan saham di Amerika Serikat tahun ini.

(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER