Proses Terbentuknya Gunung Berapi Bawah Laut Tonga

M. Ikhsan | CNN Indonesia
Rabu, 19 Jan 2022 12:38 WIB
Letusan bawah laut di Tonga dengan mudah menyebabkan tsunami yang dikhawatirkan sejumlah negara. Menyelam di dekat gunung berapi bawah laut. (Foto: ANTARA FOTO/Andika Wahyu/Asf/Spt/15.)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gunung berapi bawah laut menjadi sorotan sejak erupsi gunung Hunga Tonga-Hunga Ha'apai di Tonga akhir pekan lalu. Letusan Gunung Tonga menyebabkan tsunami yang dikhawatirkan berdampak ke sejumlah negara.

Bagaimana sebetulnya proses terbentuknya gunung berapi bawah laut. Berikut penjelasannya.

Letusan gunung berapi bawah laut di Tonga pada 15 Januari lalu membuat masyarakat dunia mengalihkan perhatiannya pada gunung berapi di bawah laut itu. Erupsi terjadi dua pertiga dari semua aktivitas vulkanik terjadi di laut dalam.


Letusan bawah laut di Tonga dengan mudah menyebabkan tsunami yang membanjiri sebagian ibu kota negara itu. Tapi umumnya, letusan gunung berapi di bawah air muncul dan hilang tanpa perlu dikhawatirkan.

"Sebagian besar gunung berapi di planet kita memang gunung berapi bawah laut - ini bukan sesuatu yang aneh. Mereka hanya meletus dengan sangat pelan (tidak eksplosif) sehingga tidak ada yang memperhatikan," kata Helo, seperti dikutip dari Deutsche Welle.

Hingga saat ini belum diketahui jumlah pasti dari gunung berapi bawah laut, baik yang aktif maupun yang non aktif namun jumlah tersebut diperkirakan berkisar dari ratusan hingga ribuan di Bumi.

Meski secara geografis memiliki letak yang sangat berbeda, namun dalam pembentukannya, gunung berapi bawah laut tidak memiliki perbedaan khusus dengan gunung berapi yang berada di darat.

"Tidak ada perbedaan khusus dalam pembentukan gunung berapi bawah laut (bawah air) dan subaerial (darat)," kata Helo.

Gunung berapi terbentuk ketika batuan cair diproduksi di lapisan kedua perut bumi, atau bagian mantel atas yang sebagian besar padat, dan cairan tersebut bergerak melewati kerak bumi.

"Sebagian besar vulkanisme bawah laut dikaitkan dengan aktivitas vulkanisme yang terus aktif di sepanjang pegunungan tengah laut, di mana dua lempeng tektonik terpisah," kata Tamsin Mather, seorang ahli vulkanologi dan profesor ilmu bumi di Universitas Oxford.

Helo menjelaskan tabrakan dua lempeng Bumi juga dapat menyebabkan terbentuknya gunung berapi. Jika kedua lempeng tektonik berada di bawah laut, maka gunung berapi akan berkembang di bawah air. Kemudian seiring waktu, mereka dapat tumbuh membentuk pulau vulkanik.

Selain aktivitas dua lempeng, aktivitas vulkanik dalam satu lempeng tektonik juga dapat mengakibatkan pembentukan gunung berapi. Ini bisa terjadi ketika ada titik api di bawah lempeng samudera, menciptakan rantai pulau vulkanik seperti Hawaii.

(can/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER