Studi Jelaskan Sebab Covid-19 Omicron Tidak Lebih Parah dari Delta

CNN Indonesia
Rabu, 26 Jan 2022 06:01 WIB
Peneliti mencoba mencari jawaban mengapa varian Omicron tidak lebih parah dari Delta. Ilustrasi Omicron. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejak awal kemunculan SarS-CoV-2 varian Omicron atau B.1.1.529 menimbulkan banyak pertanyaan, salah satunya mengapa sebagian besar individu yang tertular merasakan penyakit yang terlalu parah dibanding varian lainnya

Sebuah studi yang dilakukan para peneliti University of Kent dan Goethe University Frankfurt, mencoba menjawab pertanyaan itu dengan menjelaskan bahwa Omicron kurang efektif menghindari respon interferon tubuh.

Para peneliti memperhatikan bahwa isolat Omicron menginfeksi lebih sedikit sel dalam kultur sel Calu-3 dan Caco-2 dibanding dengan isolat Delta.


Peneliti berhipotesis bahwa perbedaan replikasi virus Omicron dalam sel Calu-2 dan Caco-3 yang kompeten interferon dan sel Vero kekurangan interferon menyebabkan Omicron kurang efektif melawan sinyal interferon seluler daripada varian Delta.

Omicron juga dianggap kurang efektif melawan respons interferon sel manusia, kemungkinan ini berkontribusi pada patogenisitas yang lebih rendah. Hal itu diamati pada pasien yang terinfeksi Omicron, menurut laporan Contagion Live.

Selain itu, para peneliti menemukan varian Omicron masih sensitif terhadap delapan jenis obat Covid-19, termasuk EIDD-1931 (metabolit aktif molnupiravir), PF-07321332 (nirmatrelvir, bahan aktif paxlovid), ribavirin, remdesivir, favipiravir, nafamostat, camostat, dan aprotinin.

"Studi kami untuk pertama kalinya memberi penjelasan, mengapa infeksi Omicron cenderung tidak menghasilkan penyakit parah. Jelas, Omicron dapat berbeda dengan Delta tidak secara efektif menghambat respon imun interferon sel inang," kata Martin Michaelis, salah satu penulis studi dari Fakultas Biosains Universitas Kent.

Varian Omicron menyebabkan penyakit yang dominan lebih ringan daripada varian Delta, meskipun lebih baik dalam menghindari perlindungan kekebalan dengan vaksinasi dan infeksi sebelumnya, dikutip Science Daily.

Kemunculan varian Omicron yang sudah menyebar ke lebih dari setengah juta warga dunia disebut meningkatkan harapan virus corona berubah dari pandemi menuju fase endemi layaknya flu musiman.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Eropa mengungkap penyebaran Omicron membawa Covid-19 ke dalam fase akhir pandemi. Setelah penyebaran varia Omicron mereda, kekebalan global akan muncul dalam beberapa pekan atau bulan.

Kemunculan kekebalan ini disebabkan antara lain karena vaksinasi atau sudah ada banyak masyarakat yang terinfeksi. Ada juga kemungkinan penyebaran virus semakin berkurang.

(can/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER