Komet Terbesar Mengarah ke Bumi, Jarak Terdekat 1,6 Miliar Km di 2031

CNN Indonesia
Senin, 18 Apr 2022 08:59 WIB
NASA menyebut komet terbesar yang pernah ditemukan, Bernardinelli-Bernstein, akan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi pada 2031. Ilustrasi. Komet terbesar Bernardinelli-Bernstein disebut tengah menuju bumi. (Foto: NASA/MSFC/Aaron Kingery)
Jakarta, CNN Indonesia --

Astronom dari Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) mengungkapkan komet dengan ukuran inti terbesar yang pernah ditemukan akan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi pada 2031.

Dikutip dari Livescience, para astronom menyebut batu raksasa berusia 4 miliar tahun itu sedang meluncur ke arah Bumi dengan kecepatan 22 ribu meter per jam (35 ribu km/jam).

Namun, penduduk bumi tak perlu khawatir. Para astronom menyebut komet itu tak akan mencapai planet kita karena diperkirakan jarak terdekatnya ke bumi pada 2031 adalah sekitar 1 miliar mil (1,6 miliar km).

Saat ini, komet yang berukuran 50 kali lebih besar dari inti komet yang sering ditemukan peneliti itu masih berada sekitar 2 miliar mil (3,2 miliar kilometer) dari Bumi.


Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada November 2021 di The Astrophysical Journal Letters peneliti menemukan bahwa komet mencapai jarak terdekatnya ke Bumi dalam 3,5 juta tahun yang lalu, yakni 1,6 miliar mil (2,6 miliar km) dari matahari.

Melalui Teleskop Luar Angkasa, Hubble, astronom memperkirakan komet tersebut memiliki diameter sekitar 80 mil (128 km) atau jarak Jakarta-Bandung secara lurus, dengan massa yang diperkirakan mencapai 500 triliun ton.

Pemegang rekor sebelumnya adalah komet C/2002 VQ94, yang intinya diperkirakan 96 kilometer. Komet tersebut ditemukan pada 2002 oleh proyek Lincoln Near-Earth Asteroid Research (LINEAR).

"Komet ini bak puncak gunung es bagi ribuan komet yang terlalu redup untuk dilihat di bagian tata surya yang lebih jauh," kata David Jewitt, profesor ilmu planet dan astronomi di University of California, Los Angeles. Angeles (UCLA), yang juga penulis studi terbaru di The Astrophysical Journal Letters.

Bintang berekor yang dinamai C/2014 UN271, atau Bernardinelli-Bernstein (BB) sesuai dengan nama penemunya, itu meluncur 35 ribu kilometer per jam di tepian tata surya.

Dikutip dari situs resmi NASA, BB pernah dikira sebagai planet kerdil karena ukurannya yang cukup besar. Dalam pengamatan terbaru, benda luar angkasa itu terlihat memiliki ekor bersinar atau koma, yang merupakan indikator jelas dari komet es yang membubung melalui tata surya bagian dalam yang relatif hangat.

Saat ini, BB masih terlalu jauh untuk bisa digambarkan dengan detail oleh para astronom.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan pada 12 April di The Astrophysical Journal Letters, pengamatan Hubble memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi titik terang cahaya yang sesuai dengan jantung komet atau nukleus.



"[Inti komet] besar dan lebih hitam dari batu bara," rekan penulis studi David Jewitt, seorang profesor ilmu planet di UCLA, mengatakan dalam sebuah pernyataan dilansir situs resmi NASA.

Komet ini pertama kali diamati secara kebetulan pada November 2010, ketika masih berjarak 4,8 miliar kilometer dari Matahari. Sejak saat itu, komet ini dipelajari secara intensif oleh teleskop yang berada di darat dan angkasa luar.

"Ini adalah objek yang luar biasa, mengingat betapa aktifnya saat itu, meski masih sangat jauh dari Matahari," kata penulis utama makalah Man-To Hui dari Universitas Sains dan Teknologi Makau, Taipa, Makau.

"Kami menduga komet itu mungkin cukup besar, tetapi kami membutuhkan data terbaik untuk mengonfirmasi hal ini." tambahnya.

(ttf/arh)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER