2.298 Hoaks Kesehatan Menyebar di RI 2020, Lebih Besar dari Isu Pemilu

CNN Indonesia
Rabu, 20 Apr 2022 20:20 WIB
Septiaji Eko Nugroho Ketua Presidium Mafindo mengatakan hoaks pada 2020 mencapai 2.298 hoaks, dan di antaranya membahas soal misinformasi soal isu kesehatan. Mafindo menemukan sebanyak 2.298 hoaks kesehatan di Indonesia pada 2020. (Foto: AFP/WANG ZHAO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi anti hoaks, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengungkapkan 2020 merupakan tahun puncak misinformasi di internet di Indonesia seiringan dengan pandemi Covid-19.

Septiaji Eko Nugroho Ketua Presidium Mafindo mengatakan total sebaran misinformasi atau hoaks pada 2020 mencapai 2.298 hoaks, dan di antaranya membahas soal misinformasi soal isu kesehatan.

"Kalau kita tengok puncak misinformasi di Indonesia itu di tahun 2020, yaitu ketika pandemi dimulai, dan dimulai dalam pantauan kami ada 2.298 hoaks tentang masalah kesehatan isu," uajr Septiaji dalam webinar Google for Media, Selasa (19/4).

Lebih lanjut Septiaji menilai angka sebaran hoaks di jagat maya 2020 itu lebih besar daripada hoaks yang disebar pada 2019, pada saat Pemilihan Umum.

Meski demikian, jumlah sebaran hoaks di tahun 2021 diklaim Mafindo turun. Berdasarkan hasil monitoring, sebaran hoaks turun menjadi 1880, dan isu hoaks soal Covid-19 turun 40 persen.

Di samping itu Ika Ningtiyas, Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengatakan tipikal hoaks di Indonesia ada beberapa jenis. Di antaranya lewat misinformasi dan disinformasi.

Ika mengatakan misinformasi adalah individu yang tidak mengetahui fakta kebenaran dari sebuah sebaran informasi, namun ikut menyebarkan informasi itu di media sosial.

"Misinformasi itu adalah orang tidak mengetahui bahwa informasi ini salah tapi ikut menyebarkan. Ini faktor ketidaktahuan dan literasi digital," ujar Ike secara virtual, Selasa (19/4).

Kemudian Ika menjelaskan disinformasi. Menurutnya sebaran hoaks disinformasi merupakan informasi yang sengaja dibuat dan disebarkan untuk berbagai tujuan tertentu, seperti untuk keuntungan secara ekonomi, politik, dan banyak tujuan negatif lainnya.

"Disinformasi ini ada pihak mengetahui bahwa informasi ini salah dan secara sengaja kemudian menyebarkan hoaks itu untuk berbagai tujuan bisa mulai untuk mencari keuntungan secara ekonomi, politik praktis dan banyak tujuan negatif lain," tuturnya.

(can/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER