Viral Berita CNN Suntik Vaksin di Penis Efektif, Hoaks

eks, CNN Indonesia | Jumat, 08/01/2021 09:05 WIB
Gambar viral berupa tangkapan gambar berita CNN yang menyebut penyuntikan vaksin efektif dilakukan di penis adalah hoaks. Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (AP/Lewis Joly)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah gambar yang viral di internet menyatut logo CNN menyebut "dokter menyarankan penyuntikan vaksin Covid-19 di lakukan di penis" dinyatakan sebagai hoaks.

Artikel yang seolah-olah merupakan artikel yang dilansir dari CNN ini juga menyatut gambar seorang dokter serta gambar bagian penis yang aman dijadikan lokasi menyuntik vaksin.

Gambar ini tak hanya viral di Indonesia, tapi di beberapa belahan dunia lain. Laman Covid-19.go.id mengonfirmasi bahwa artikel ini hoaks lantaran judul artikel tak ditemukan di situs CNN.


"Artikel palsu. setelah ditelusuri di index pencarian tidak ditemukan artikel dengan judul seperti itu di kanal cnn.com," seperti tertulis dalam laman Covid-19.go.id.

Selain itu, foto dokter yang dicatut dalam artikel adalah Mohitkumar Ardeshana, seorang dokter penyakit dalam yang berbasis di Claremont, California.

Ardeshana pun menegaskan kalau artikel itu palsu

"Artikel itu jelas palsu. Saya tak pernah berbicara apapun tentang studi itu. Ini adalah kebohongan yang sengaja dibuat seseorang," jelasnya kepada media di India, Boom.

hoaks suntik vaksin di penisFoto: (dok. screenshot Whatsapp)
hoaks suntik vaksin di penis

Berdasarkan buletin badan kesehatan Amerika Serikat (CDC) berisi instruksi penyuntikan vaksin Covid-19 Pfizer, suntikan disarankan dilakukan ke otot deltoid lengan. 

Sementara otoritas medis menyatakan bahwa sebagian besar vaksin harus disuntikkan melalui saluran intramuskular ke dalam deltoid atau bagian anterolateral paha.

Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan penyebaran vaksin ke seluruh tubuh dan meminimalkan kemungkinan reaksi merugikan di tempat suntikan.

Sementara organ intim pria, penis, terdiri dari jaringan spons dan pembuluh darah. Sehingga, lokasi ini bukan tempat yang tepat untuk lokasi penyuntikan vaksin.

Sebelumnya, beredar juga kabar dari foto artikel koran yang berisi informasi bahwa vaksin Covid-19buatan China Sinovac bisa membuat alat kelamin pria membesar 3 inci.

Dalam artikel itu, informasi disampaikan oleh Plt Direktur RSUD dr Moh. Saleh, Abraar Hs Kuddah. Abraar mengatakan bahwa dampak vaksin Sinovac itu tertera dalam sebuah jurnal berbahasa Inggris dan ditulis oleh warga kebangsaan Inggris.

Berdasarkan situs pengecekan fakta Snopes, informasi mengenai vaksin Sinovac dapat membuat penis membesar hingga 3 inci adalah salah. Mereka menemukan sebuah studi yang telah diedit sedemikian rupa. 

Bantahan serupa diungkap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Kominfo menilai ada disinformasi mengenai informasi di media sosial Facebook tentang sebuah gambar hasil tangkapan layar dari siaran langsung berjudul "Vaksin Covid-19 Memperbesar Ukuran Penis" (Covid Vaccine Enlarges Penis!).

(eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK